Owner SISE Rintis Usaha Sayur Organik dari Sewa Lahan Hingga Dipasarkan ke Media Sosial

SISE (Siantar Sehat) merupakan tempat para bertani berkumpul sejak tahun 2013 untuk memotivasi petani konvensional

Owner SISE Rintis Usaha Sayur Organik dari Sewa Lahan Hingga Dipasarkan ke Media Sosial
Owner SISE (Siantar Sehat) Apni O. Naibaho, SE, M.Min memotivasi petani konvensional beralih dari kimia ke organik. SISE, wadah petani untuk sayur organik, Selasa (1/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Natalin

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - SISE (Siantar Sehat) merupakan tempat para bertani berkumpul sejak tahun 2013 untuk memotivasi petani konvensional beralih dari kimia ke organik yang didirikan oleh Apni O. Naibaho, SE, M.Min.

"SISE juga nama brand bahwa ini sayur Siantar Sehat. Sejauh ini masih di daerah Blok Songo, Kabupaten Simalungun dan sudah ada tujuh orang petani yang beralih dari kimia ke organik tapi masih sayuran. Sebenarnya di daerah mana saja yang ada petani dan mau bergabung dengan SISE bisa sebab bertani diperhatikan juga suhunya. Kalau misalnya ada petani di daerah dingin seperti Saribudolok, Karo yang ingin bergabung dengan SISE enggak masalah,"ujar Apni, Selasa (1/5/2018)

Dalam mempromosikan produk sayur segarnya Apni memanfaatkan media sosial seperti fanpage facebook Siantar Sehat, Instagram, dan Whatsapp bahkan SISE sudah punya aplikasi yang bisa diunduh dari play store dengan mengetik Siantar Sehat dari android.

"Saya lama bekerja di Jakarta, saya melihat petani di Jawa sudah bisa mandiri, sejahtera, makmur bukan berarti kaya atau berlimpah ruah tapi paling enggak bisa menyekolahkan anak dibandingkan dengan petani di Sumatera Utara masih susah karena teryata terlilit dengan rantai tengkulak. Berawal dari keprihatinan ini akhirnya saya memutuskan pulang kampung di akhir 2012 dan memulai SISE,"tutur Duta Petani Muda ini.

Apni mengaku dalam merintis usaha SISE ini susah susah gampang, karena untuk memotivasi dan mengajak para petani beralih dari kimia ke organik cukup sulit.

"Pertama sekali saya sewa lahan di Simpang Kerang satu tahun lamanya, enggak berhasil, enggak ada petani yang mau ikut. Kemudian tempat kedua saya, pindah ke Tanjung Pinggir, hal yang sama terjadi. Karena mimpiku petani beralih dari kimia ke organik untuk apa aku bertahan di situ kalau tidak ada yang mau ikut. Dan di Blok Songo tempat ketiga saya sewa lahan, satu tahun saya melakukan pertanian organik hingga akhirnya ada dua ibu yang mau beralih ke organik,"ungkapnya.

Apni membina mereka (petani) dan ada perubahan perekonomian yang meningkat pada kedua petani tersebut, sehingga para petani lainnya yang sudah melihat perubahan ini turut bergabung bersama SISE.

Sayur yang ditanam antara lain kangkung, sawi manis, sawi pahit, bayam merah, bayam hijau, dan pokcoy. Kualitas sayur organik lebih lembut, hijau, mudah dimasak, enak dan bergizi.

"Ada beberapa petani yang enggak tahan banting, enggak kuat prosesnya, konversi lahan, membuat pupuk sendiri, menunggu dan awal pertama secara kuantitas produksi sayur menurun tapi dari segi harga, sayur organik lebih mahal. Kalau dikumpulkan sudah ada 15 petani, namun kini ada tujuh petani yang konsisten menggunakan pupuk organik di Blok Songo,"katanya pada Tribun Medan.

Apni juga sudah sering menjadi narasumber seminar-seminar pertanian. Tak hanya mengispirasi para petani, ia juga menghimbau ibu- ibu rumah tangga dengan menanam sayur di perkarangan rumah. Sayur yang ditanam ibu-ibu rumah tangga dikonsumsi untuk pribadi dan keluarga, selebihnya sayur organik ini, dijual oleh SISE.

"Kendala yang masih saya miliki memotivasi dan mencari tenaga penjual, istilahnya ini enggak pekerjaan yang elit. Kalau buat anak muda, petani bukan pekerjaan yang elit, berpikir bahwa sudah sarjana, sudah kuliah masak jadi jualan sayur. Saya ingin memotivasi anak muda untuk mengambil peran karena profesi ini juga menjanjikan asal passionnya ada dan jangan melulu berpikir modal yang besar untuk memulai tapi mulailah dengan apa yang ada dulu, kembangkan dengan passion nanti pasar terbuka sendiri,"tutur perempuan berkacamata ini.

Apni berharap semakin banyak petani beralih dari penggunaan pupuk kimia ke organik supaya petani sehat juga memiliki produksi yang subur dan konsumen banyak yang mengkonsumsi sayur sehat.

"Mulailah dari sekarang konsumsi sayur organik, sayur sehat, karena sehat itu mahal,"tutupnya.
(Cr13)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved