Sedih! Janji Harianja Coba Menyelamatkan Diri dari Gempuran Puting Beliung, Nahasnya Tertimpa Pohon

Sejumlah warga yang tengah beraktifitas sore itu pun dikagetkan dengan kedatangam puting beliung yang secara tiba-tiba menyapu perkampungan.

Sedih! Janji Harianja Coba Menyelamatkan Diri dari Gempuran Puting Beliung, Nahasnya Tertimpa Pohon
Tribun Medan
Ilustrasi Puting Beliung 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Arjuna Bakkara

TRIBUN, TOBASA.com - Isak tangis keluarga korban puting beliung, Janji Harianja (35) tak terbendung saat acara pemakamannya di Kecamatan Siantar Narumonda, Rabu (2/5/2018). Apalagi ibu rumah tangga ini meninggalkan empat orang anak yang masih kecil.

Janji menjadi korban keganasan puting beliung pada yang melanda Kecamatan Siantar Narumonda Senin Sore, 30 April lalu. Angin puting beliung menerjang lima desa di Kecamatan Siantar Narumonda.

Namun, yang terparah adalah di Desa Narumonda VIII, hingga menumbangkan satu pohon aren yang tingginya sekitar 20 meter. Pohon tersebutlah yang menimpa Janji Harianja dan mengakibatkan anaknya menjadi piatu.

Isak tangis keluarga korban puting beliung di depan jenazah Janji Harianja yang tertimpa pohon di Kecamatan Siantar Narumonda, Tobasa, Rabu (2/5/2018).
Isak tangis keluarga korban puting beliung di depan jenazah Janji Harianja yang tertimpa pohon di Kecamatan Siantar Narumonda, Tobasa, Rabu (2/5/2018). (TRIBUN MEDAN/ARJUNA)

Menurut saksi Jekson Manurung, amuk alam ini datang secara tiba-tiba dan hanya dawali gerimis. Sejumlah warga yang tengah beraktifitas sore itu pun dikagetkan dengan kedatangam puting beliung yang secara tiba-tiba menyapu perkampungan. Warga pun berhamburan.

Korban yang saat itu berupaya menyelamatkan diri bersama seorang anaknya turut berlari menuju rumah mereka. Sial tak dapat dihindarkan, satu pokok pohon menimpanya.

"Setelah angin reda, beberapa menit kemudian warga langsung mengevakuasi si ibu," ujar Jekson.

Korban yang sehari-hari ini bertani sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Porsea. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dua jari kakinya putus.

Sementara, anak korban selamat dan tidak mengalami luka. Isak tangis pun pecah menyambut kedatangan ambulans yang membawa jasad korban.

Kadis Dinas Sosial Tobasa, Raja Ipan O Sinurat mengaku akan mengajukan permohonan kepada Dinas Sosial Provinsi Sumatera Utara agar warganya bisa dibantu dan layak mendapatkan bantuan. Raja Ipan berkoordinasi dengan kepala desa setempat untuk melengkapi berkas-berkas keluarga korban.

"Atas nama pemerintah kami mengucapkan turut berdukacita atas meninggalnya ibu yang kita kasihi. Kami bahkan terus berkordinasi soal bagaimana membantu mereka," ungkap Rajaipan. (cr1/tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help