Home »

Sumut

Bandar Sabu Nekat Jual Narkoba Buat Kuliahi Anak Hingga Diamankan TNI

Seorang terduga bandar sabusabu, Irianto Ginting dan lima pria diamankan Kodim 0203/Langkat

Bandar Sabu Nekat Jual Narkoba Buat Kuliahi Anak Hingga Diamankan TNI
Enam pria terlibat penyalgunaan narkotika jenis sabusabu diamankan Kodim dan BNN dari Tungurono Binjai Timur, Kamis (3/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.COM, BINJAI - Seorang terduga bandar sabu, Irianto Ginting dan lima pria diamankan Kodim 0203/Langkat yang bekerja sama dengan dua orang dari Badan Narkotika Nasional Kota Binjai dari Tunggurono, Binjai Timur. Keenam pria ini digelandang ke markas Kodim 0203 bersama sejumlah barang bukti, Kamis (3/5/2018)

Pasi Inteldim, Kapt Slamat Jaya mengatakan bahwa keenam pria diamankan di lapak yang disediakan terduga bandar, Irianto Ginting yang merupakan lahan belas tanha HGU. Peredaran narkotika yang disediakan Irianto Ginting sudah dipantau sejak Januari 2018. Selain itu, sejumlah masyaralat juga resah.

Dari lokasi Kodim dan BNN mengamankan 10 gram sabusabu, sejumlah alat isap sabusabu berupa bong, pipet sabusabu, mancis, ratusan plastik klip eceran sabusabu, timbangan elektrik, dan camera CCTV, parang. Keenam pria ini, yakni Irianto Ginting, Muhammad Yusuf (40) warga Binjai Selatan, Junaidi (22) warga Namuterasi, Suliono (31) warga Tanah Seribu, Doni Syahputra (25) warga Tunggurono, Suherman (33) warga Pasar 1 Mencirim.

Selain tindak pidana penyahgunaan narkotika sabusabu, dari lokasi juga ditemukan aktivitas perjudian. Sebanyak 12 mesin judi jekpot turut diangkut petugas ke Kodim.

"Kami dari unit Intel kerjasama BNN mengamankan pelaku bandar narkoba sabu. Kronologis tiga hari sebelumnya di Tunggurono ada informasi sering terjadi transaks sabusabui besar-besaran. Lalu utus anggota transaksi untuk under cover di back up BNN. Ternyata benar ada sabu. Setelah dicek tempat tersebut, ada juga alat judi jekpot. Kami angkat semua. Setelah jual dan makai sabusabu mereka itu main jekpot. Khusus juga bandarnya menyediakan bong," kata Pasi Intel Kodim.

Terduga bandar sabusabu, Irianto Ginting mengaku bahwa ia membuka lapak di lokasi bekas tanah garapan. Irianto mengaku sudah menjajakan sabusabu sejak Januari 2018, dengan alasan menyekolahkan anaknya yang kuliah jurusan IT di Medan.

"Untuk sekolahi anak. Untuk biaya anak kuliah. Jurusan IT universitas negeri di Medan.  Nomor satu anakku sudah jadi tentara. Pangkat kopral. Kadang Jualan habis 3 Gram satu hari. Yang menyewakan alat bukan kita, anggota-angota yang datang itu lah," kata Irianto Ginting.

Di lokasi lapak mikim Irianto juga dilengkapi dengan CCTV yang diduga untuk memantau setiap pelanggan yang masuk ke areanya. Namun Irianto berdalih tidak tahu bagaimana kefungsian CCTV. 

"CCTV itu aku gak tahu-tahu, kawan itu yang masangi bukan aku," tukasnya.

Keenam pria dan barang bukti pelanggaran selanjutnya akan diserahkan ke pihak BNN Binjai. Begitu juga barang bukti dibawa ke BNN karena merupakan satu rangkaian. (Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help