Pedagang Pasar Horas Berteriak Harga Sewa Terlalu Mahal! Dirut PD Pasar Kukuh Pedagang Harus Pindah

David Marpaung mengatakan harga tersebut sangat mahal. Biasanya, mereka pedagang hanya dikutip Rp 5 ribu per hari.

Pedagang Pasar Horas Berteriak Harga Sewa Terlalu Mahal! Dirut PD Pasar Kukuh Pedagang Harus Pindah
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Para pedagang Pasar Horas Jaya berteriak memanggil Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah Nor, Kamis (3/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Puluhan pedagang menolak program revitalisasi yang dilakukan Perusahaan Daerah (PD) Pasar Horas Jaya (PHJ) Pematangsiantar. Pedagang menolak hal tersebut lantaran harga sewa yang ditawarkan pihak PD PHJ sangat mahal, yakni Rp 60 juta. Pembayaran dapat dibayar dengab cicilan, tetapi dengan bunga yang tinggi.

Ketua Asosiasi Pedagang Balerong, Kaki Lima, dan Tempel (Balimpel) Pasar Horas, David Marpaung mengatakan harga tersebut sangat mahal. Biasanya, mereka pedagang hanya dikutip Rp 5 ribu per hari.

"Semua kebijakan tersebut tanpa kajian. Kios yang ditawarkan kontan sebesar Rp 60 juta, sedangkan kalau nyicil bertambah dengan bunga bisa mencapai Rp 80 juta. Pembayaran juga melalui bank,"ujar David di sela-sela aksi di Kantor Balai Kota Pematangsiantar, Kamis (3/5/2018).

David juga mengatakan seluruh pedagang dipastikan tetap menolak pembangunan pasar dengan harga sewa yang sangat mahal.

Sementara, Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya, Benny Sihotang mengatakan revitalisasi akan dimulai pada hari Selasa, (8/5/2018). Pengerjaan yang menghabiskan waktu empat bulan ini akan mengalihkan pedagang ke lokasi sementara.

"Senin kami pengundian tempat penampungan sementara. Hari Selasa mereka harus pindah. Karena sudah masuk material. Dimulai dari jalan Merdeka ke tangga besar. penyelesaian empat bulan,"ujar Benny.

Benny mengatakan angka Rp 60 juta berdasarkan sosialisasi dengan pedagang. Katanya, PD Pasar membuka harga sebesar Rp 65 juta. Benny menilai pembangunan ini lebih kepada penataan pedagang kaki lima (PKL).

"Padahal PKL kan tidak boleh ada di pasar. tapi sudah terjadi maka di tata saja. kalau ada yang salah dalam hal hukum, saya siap menghadapi,"ujar mantan PD Pasar Kota Medan ini.

Bentuk bangunan Balimpel ini juga nanti akan dibangun dua lantai. Untuk lantai pertama nanti akan dijadikan parkir kendaraan.

Seperto diketahui, puluhan pedagang menerobos masuk Kantor Wali Kota Pematangsiantar. Pedagang yang sebelumnya telah berdemo di Gedung DPRD Siantar ingin menemui Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah Nor.

Namun, Hefriansyah tampak tidak pernah menemui pedagang tersebut. Dalam aksi tersebut sempat bersitegang. Pedagang mencaci Wali Kota yang terkesan menghidar. Pihak Satpol PP pun keualahan dalam meredam aksi pedagang tersebut. (tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help