Ferdinand Hutahaean: KPK Mengawasi Pakai Alat Canggih Saja Sudah Kebobolan

Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi kultwit yang disampaikan kader PSI, Toni.

Ferdinand Hutahaean: KPK Mengawasi Pakai Alat Canggih Saja Sudah Kebobolan
Tribunwow.com/ Kolase

TRIBUN-MEDAN.com - Kadiv Advokasi dan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menanggapi kultwit yang disampaikan kader PSI, Toni.

Toni pada saat itu mengomentari kabar terkait Partai Demokrat yang memberhentikan Amin Santoso dari keanggotaan partai dan DPR menyusul ditetapkannya sebagai tersangka oleh KPK.

Menurut Toni, perlu adanya sistem pencegahan dan deteksi korupsi di partai.

"Tidak adanya pengawasan dan kendali atas tindak tanduk Anggota oleh Partai bukti bahwa Partai tidak serius memrangi korupsi.

Rakyat makin cerdas dan kritis", tulis Toni.

Menanggapi ucapan Toni, Kadiv Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menertawakan.

"KPK sj yg mengawasi dgn alat canggih kebobolan. Apalagi Partai.

Jangan terlalu tinggi narasinya, ingat rakyat sudah cerdas seperti yg anda bilang", jawab Ferdinand.

Dikabarkan, Amin adalah anggota Komisi IX DPR yang ditangkap oleh KPK karena diduga menerima suap.

"DPP Partai Demokrat memutuskan memberhentikan dengan tidak hormat AS dari Partai Demokrat dan memberhentikan dari keanggotaan di DPR," ujar Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan dikutip dari Kompas.com.

Menurut Hinca, semua administrasi yang terkait pemberhentian Amin Santono akan diproses segera oleh Partai Demokrat.

"Sebagai bentuk tanggung jawab moril, Partai Demokrat tidak memberikan ruang sedikitpun di dalam partai Demokrat bagi koruptor," kata Hinca.

Ia mengatakan, Partai Demokrat mendukung KPK dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi di semua lini termasuk di partai politik. 

(TribunWow/Dian Naren)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul Tepis Ucapan Toni PSI, Ferdinand: KPK Mengawasi dengan Alat Canggih Saja Kebobolan, Apalagi Partai

Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help