Kampung Pelangi Ini Ajarkan Masyarakat Tentang Kebersihan

Tak hanya anak muda, warga yang sudah lanjut usia juga dengan cekatan menaiki tangga dengan membawa seember cat.

Kampung Pelangi Ini Ajarkan Masyarakat Tentang Kebersihan
TRIBUN MEDAN/TOMMY SIMATUPANG
Dua ibu sedang duduk di rumah pelangi di Gang Langgar, Banjar, Siantar Barat, Minggu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sebuah perkampungan padat penduduk serta struktur jalan yang menanjak disulap menjadi pemandangan yang indah. Mereka menyebutnya, kampung pelangi. Kampung ini terletak di Gang Langgar, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Sumatera Utara. Para warga merenovasi tampilan rumah dengan warna-warni bak pelangi.

Saat ini jika datang di perkampungan tersebut, puluhan warga akan tampak bergotong-royong mencat dinding rumah dengan beraneka warna. Tak hanya anak muda, warga yang sudah lanjut usia juga dengan cekatan menaiki tangga dengan membawa seember cat.

Warga mulai menjalankan program ini sejak Kamis (3/5/2018) hingga ratusan rumah tuntas. Kampung pelangi ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi perkampungan yang ada di Kota Pematangsiantar.

Menariknya, program ini merupakan hasil musyawarah seluruh masyarakat setempat. Bahkan, seluruh dana yang terkumpul juga dari sumbangan suka rela masyarakat.

Andika, Ketua RT 01 RW 02 Gang Langgar mengatakan program ini sebagai stimulus menjaga kebersihan. Andika memastikan jika kampung tampak indah, maka masyarakat tak akan membuang sampah sembarangan.

"Ini sebagai upaya mengubah pola masyarakat yang sering membuah sampah sembarangan. Jika sudah indah nantinya, saya yakin warga enggan buang sampah sembarangan,"ujar Andika saat ditemui tribun-medan.com di sela kegiatannya memantau pengerjaan, Minggu (6/5/2018).

Andika juga tak memaksa setiap warga harus ikut langsung mengerjakan. Ia selalu mengajak warga yang memiliki waktu luang.

"Selain warga, kita juga dibantu oleh adik-adik dari komunitas grafiti. Sudah ada dua gambar di dinding lorong. Jadi, kita juga terbantu,"tambahnya.

Ketika masuk lebih dalam memang tampak ada dua grafiti di tembok lorong. Andika juga berharap program ini dapag mengubah stigma masyarakat terhadap kampung narkoba. Apalagi, polisi sering menangkap pengguna narkoba di kampung tersebut.

"Salah satunya memang itu. Tapi, ini merupakan program seluruh masyarakat di sini. Bukan programnya pemerintah,"tambahnya.

Namun, Andika berharap Pemerintah Kota Pematangsiantar memberikan perhatiannya untuk melanjutkan program ini.

"Walaupun begitu kami juga undang Pak Hefriansyah (Walikota) untuk meresmikan kegiatan kami ini," pungkasnya. (tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved