Bupati Humbahas Korek Saluran Air Sumbat di Pinggir Jalan, Netizen Malah Singgung Soal Jagung

Pria 42 tahun itu bahkan mencolokkan tangannya ke dalam lubang saluran air yang sepertinya mampat.

Bupati Humbahas Korek Saluran Air Sumbat di Pinggir Jalan, Netizen Malah Singgung Soal Jagung
Facebook/Jadi Butar
Bupati Dosmar Banjarnahor memeriksa saluran air yang tersumbat. 

TRIBUN-MEDAN.com, DOLOKSANGGUL-Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor meraih simpati dari netizen setelah fotonya memeriksa saluran air tersumbat beredar di internet.

Foto yang disebarkan oleh akun Imma Nuel, Senin (7/5/2018), itu menyebutkan Bupati Dosmar turun tangan saat melihat banjir di Simpang Ringrad Gonting Bulu.

Dosmar yang masih mengenakan kemeja, namun sudah mengenakan sepatu boot nampak memeriksa sebuah saluran air di sebuah sisi jalan yang tergenang.

Pria 42 tahun itu bahkan mencolokkan tangannya ke dalam lubang saluran air yang sepertinya mampat.

Tindakan Bupati Dosmar menuai banyak pujian. Ia dianggap tanggap dalam menghadapi masalah.

“Cepat, tanggap Pak Dosmar Banjarnahor menyelesaikan masalah,” tulis Jan Piter Lumbantoruan mengomentari foto-foto Bupati di lokasi genangan air.

“Contoh yg amat bagus pak,” kata Ronald Purba.

Namun, ada juga yang menyindir dan kurang bersimpati.

“Bisa juga daerah gunung banjir, ya?” tulis Sipituama Tumorang.

“Kadis sibuk mangurus jagung, terpaksa ma turun,” kata Putra Tumanggor.

“Karena sudah busuk mungkin jagung Pak Bupati di dataran bawah. Hahaha! Bagi warga Humbang Hasundutan ... Waspada banjir.... Bisa menimbulkan jagung2 gagal panen.... Hahaha!” tulis Sarihon Nainggolan.

Bupati Dosmar Banjarnahor belakangan ini mendapat nama sindirian “Bupati Jagung” karena dianggap terlalu getol mempromosikan tanaman jagung.

Ia bahkan menginstrusikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Humbahas untuk menanam jagung melalui surat edaran. Semakin tinggi tingkat eselon ASN itu, maka diharapkan semakin luas lahan yang ditanami jagung.

Mengenai nama sindiran ini, Dosmar mengaku lebih baik disebut “Bupati Jagung” dibandingkan jadi “Bupati Lappet”.

“Biarkan saja, malah saya lebih senang disebut Bupati Jagung. Daripada Bupati Lappet,” katanya. (ton/tribun-medan.com)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved