Pedagang Pasar Horas Bentrok Dengan Polisi, Satu Orang Diamankan

Pedagang Pasar Horas Jaya bentrok dengan pihak kemananan saat melakukan aksi penutupan Jalan Sutomo, Pematangsiantar

Pedagang Pasar Horas Bentrok Dengan Polisi, Satu Orang Diamankan
Keith Allison/Pixabay
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Pedagang Pasar Horas Jaya bentrok dengan pihak kemananan saat melakukan aksi penutupan Jalan Sutomo, Pematangsiantar, Selasa (8/5/2018).

Pihak kepolisian yang mencoba membubarkan aksi terlibat saling dorong dengan masa pedagang.

Pedagang yang sudah melakukan aksi yang ke lima kalinya ini terus berupaya turun ke jalan. Mereka meminta pembatalan revitalisasi Pasar Horas.

Pantauan tribun-medan.com, masa pedagang saat berjalan di Jalan Sutomo beradu mulut dengan seorang polisi wanita (Polwan). Lalu, polisi pria datang menarik seorang pedagang. Saat ditarik, pedagang yang berbaju putih itu tampak dikerumuni oleh para polisi. Lebih dari tiga polisi diduga memukul pedagang tersebut. Diketahui, pedagang tersebut bernama Evan. Seorang ibu juga mencoba melerai. Kemudian, Evan diamankan dibawa ke Polres Pematangsiantar.

Seorang pedagang, Ramses Marpaung juga menyampaikan diseret-seret dalam aksi tersebut. Bahkan, ia menunjukkan celananya yang koyak akibat diseret polisi. Katanya, saat membagikan lembaran statetmen, pihak polisi datang melarang. Hal ini membuat para pedagang tersulut emosi.

"Saya nenyampaikan aspirasi. Kenapa saya diseret-seret, sampai koyak celana. Saya diseret oleh polisi. Apa salah saya membagikan statetmen kami,"ujarnya di sela-sela aksi.

Kapolrea Siantar, AKBP Dody Hermawan mengatakan aksi tersebut telah melanggar undang-undang lalu-lintas. Sehingga, pihak kepolisian membubarkan aksi tersebut.

"Sesuai dengan peraturan lalu-lintas masa telah melanggar undang-undang lalulintas. Jelas telah melanggar peraturan. Dan ini bisa terkana hukum pidana,"katanya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help