Warga Gang Langgar Buat Kampung Pelangi, Pertama di Siantar

Program kampung tematik yang telah berjalan hampir tiga minggu ini.Program kampung pelangi ini merupakan pertama kali di Kota Pematangsiantar

Warga Gang Langgar Buat Kampung Pelangi, Pertama di Siantar
Tribun Medan / Tommy Simatupang
Seorang warga sedang mengecat tiang rumah di Gang Langgar, Kelurahaan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Kamis (10/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Hari libur di Gang Langgar, Kelurahan Banjar, Kecamatan Siantar Barat, Sumatera Utara dimanfaatkan masyarakat untuk melanjutkan program kampung pelangi. Masyarakat sejak pagi sudah memulai aktifitas mengecat dinding rumah, melukis, dan membersihkan lingkungan. Bahkan, anak-anak yang berpartisipasi turut ceria bermain dengan cat-cat cerah.

Misalnya saja, ada puluhan anak kecil melekapkan jemari tangannya yang sudah dilumuri cat ke dinding rumah. Mereka tampak tertawa melihat hasil tangannya.

Program kampung tematik yang telah berjalan hampir tiga minggu ini tampak sudah 50 persen terlaksana. Program kampung pelangi ini merupakan pertama kali di Kota Pematangsiantar. Program yang memang timbul dari ide masyarakat ini secara gotong-royong menyelesaikan program tersebut. Struktur dataran yang tidak rata akan menambah keindahan kampung ini. Bila melihat dari atas akan tampak warna-warni menghiasi jejeran rumah.

"Ada kepedulian dan kebersamaan dari masyarakat untuk mengubah stigma kampung kami ini kampung narkoba. Dengan seperti ini, kegiatan yang negatif tentu akan pelan-pelan hilang,"ujar Eka Putra, warga setempat.

Mantan Ketua RT ini juga mengatakan masyarakat juga sepakat akan menambahkan tanaman-tanaman organik di halaman rumah.

"Kami berharap nantinya, jika sudah selesai, kampung kami ini dapat menjadi objek wisata di Pematangsiantar. Ini kampung tematik pertama di Kota Siantar,"tambahnya seraya mengatakan program ini telah dipikirkan sejak dua bulan lalu.

Camat Siantar Barat, Syaiful Rizal yang juga datang melihat-lihat aktivitas warga mengaku salut dengan ide masyarakat. Ia menilai kampung ini dapat lebih berwarna.

"Tentu saya bangga dengan warga. Mengubah kampung Banjar bisa lebih berwarna dan bisa menjadi pariwisata lokal. Ini sampai sekaranng murni dari warga secara sukarela,"ujarnya.

Sedikit memberitahu, tak hanya rumah yang berwarna-warni ada juga lukisan mural dan 3D menghiasi dinding lorong. Tema yang diangkat juga beragam, ada kaligrafi, kearifan lokal, dan pemandangan.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved