Dulu Tuan Tanah Sekarang Nenek Zainab Hidup Merana di Gubuk Derita

Tanahnya itu ia juali begitu suaminya meninggal di tahun 1995. Saat ini hidupnya pun tampak cukup memprihatinkan.

Dulu Tuan Tanah Sekarang Nenek Zainab Hidup Merana di Gubuk Derita
Tribun Medan
Zainab hidup dengan kondisi sangat memprihatinkan di gubuk reyot pinggir parit Dusun 1 Penjemuran, Desa Silau Rakyat, Kabupaten Serdangbedagai. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,SEIRAMPAH- Zainab, nenek yang tinggal di gubuk yang nyaris rubuh di Dusun I Penjemuran Desa Silau Rakyat Kecamatan Seirampah Kabupaten Serdangbedagai disebut para tetangganya dulu adalah orang yang berada. Gubuk yang ia tinggali sekarang ini dulunya merupakan tanahnya sendiri.

Tanahnya itu ia juali begitu suaminya meninggal di tahun 1995. Saat ini hidupnya pun tampak cukup memprihatinkan.

" Dulu ini tanah dia semua ini (menunjuk sekitaran gubuk) Nenek ini asli orang kampung ini sekarang dia lah yang numpang tempat orang. Gubuk yang di tempatinya ini sudah dibagun sejak 8 tahun lalu tapi karena tidak pernah direhab ya seperti inilah kondisinya (nyaris tumbang). Dulu orang lumayan juga dia ini karena tanahnya lumayan "ujar Katimun tetangga Zainab Jum,at, (11/5/2018).

Warga mengaku sebenarnya mereka cukup kasihan dengan kondisi yang dialami nek Zainab. Ia mengaku setiap malam dan siang hari hanya sendirian di dalam gubuk reot miliknya itu.

" Memang sebenarnya masih adanya saudaranya dan pernah mau membawa dia cuma nenek ini yang memang gak mau. Kalau makan ya dari orang-orang lah, ada yang kasih sedekah sama dia. Salutnya itu nenek ini jarang lah memang sakit walaupun seperti itu keadaannya,"kata Katimun.

Nek Zainab sendiri ketika diwawancarai dulunya dirinya pernah memiliki dua orang anak. Namun kedua anaknya itu sudah meninggal dunia lama. Ia mengakui kalau sebenarnya dirinya pernah diajak untuk tinggal serumah oleh keluarganya namun ia menolak.

" Ya gak enak saja sama suami saudara saya itu. Ya biarlah saya di sini saja menumpang,"kata Zainab.

Zainab mengaku untuk kebutuhan sehari-hari memanfaatkan air parit yang ada di depan gubuknya. Selain untuk mandi ia juga memanfaatkan air parit itu untuk minum dan buang air.

 (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help