Home »

Sport

Maradona Indonesia dari Sumut Meninggal Dunia

Salah satu legenda terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dengan julukan Maradona Indonesia, Zulkarnain Lubis tutup usia di umur 59 tahun

Maradona Indonesia dari Sumut Meninggal Dunia
PSMS.CO.ID
Legenda PSMS dan Timnas Indonesia, Zulkarnain Lubis 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Sepak bola Indonesia berduka. Salah satu legenda terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dengan julukan Maradona Indonesia, Zulkarnain Lubis tutup usia di umur 59 tahun, Jumat (11/5) sekitar pukul 07.45 WIB.

Zulkarnain Lubis adalah mantan pemain PSMS Medan dan memperkuat Timnas Indonesia di era 80 an.  Gelandang kelahiran Binjai tersebut meninggal di Rumah Sakit Pertamina Pendopo, Kabupaten Pali, Sumatera Selatan.

Pelatih karate Pali, Budi Hakki, yang merupakan rekan Zulkarnain, mengatakan Zulkarnain bermaksud pergi ke Palembang untuk mengurus persiapan Piala AFC sepak bola wanita di stadion Bumi Sriwijaya. Namun, saat menaiki mobil travel, Zulkarnain tiba-tiba mengeluh kepalanya pusing sehingga tidak bisa berangkat ke Palembang. "Mobil travel yang kami naiki sempat mengalami pecah ban. Di sana almarhum langsung tiba-tiba mengeluh kepalanya pusing. Akhirnya saya putuskan untuk pulang lagi ke mess di Pali,” ujar Budi ketika dihubungi Kompas.com.

Tiba di mess, Zulkarnain langsung berbaring di sofa depan dengan kondisi wajah pucat dan berkucur keringat. Budi menawarkan kepada Zulkarnain untuk dikerok karena masuk angin. “Beliau bilang tidak biasa dikerok, jadi tidak mau,” ujarnya.

Baca: Legenda PSMS Medan Soroti Pemain Paling Berbahaya Barito Putra

Kondisi Zulkarnain terus menurun dan secara tiba-tiba memegang dada sebelah kiri dengan keras menggunakan tangannya. "Budi tolong saya, dada saya panas,” kata Budi menirukan perkataan terakhir Zulkarnain. Merasa cemas, Budi bersama beberapa orang di mess langsung melarikan pemain Timnas Indonesia era 1980-an itu ke rumah sakit untuk menjalani perawatan, sekitar pukul 07.00 WIB. 30 menit menjalani perawatan, nyawa pelatih PS Pali tersebut tak dapat tertolong lagi. Zulkarnain dinyatakan meninggal dunia. "Beliau kondisi terakhirnya banyak sekali mengularkan keringat dan wajahnya pucat. Pagi sebelum berangkat masih sehat, tetapi baru masuk mobil dan berjalan sebantar langsung mendadak sakit,” ujarnya.

Jenazah Zulkarnain langsung diterbangkan menuju Binjai, Sumatera Utara, pada Jumat siang untuk dimakamkan. Semasa hidupnya, Zulkarnaen telah melalang buana di tim-tim kuat diantaranya PSMS di tahun 1979-1980, lalu Mercu Buana di tahun 1980-1983, Yanita Utama pada 1983-1985, Krama Yudha Tiga Berlian di tahun 1985-1989, Petrokimia Putra di tahun 1989-1990, hingga PSM Makassar di tahun 1997.

Baca: PSMS Medan Akan Tampil Beda Lawan PS Tira, Pelatih Djanur Siapkan Mental Duel

Sementara, Legenda hidup PSMS dan Timnas Indonesia era 70-an, Parlin Siagian mengatakan dirinya telah mendengar kabar dukacita tersebut. "Sudah dengar tadi pagi, dapat kabar dari kawan-kawan di grup mantan pemain. Shock juga. Nggak nyangka secepat ini," katanya.

Parlin mengatakan, dirinya turut berduka cita atas meninggalnya ikon sepakbola Indonesia dan Sumut tersebut. "Pastinya saya berduka, dan semoga keluarga yang ditinggalkan kuat. Untuk para pemain muda kiranya bisa mencontoh satu pemain hebat ini hingga dijuluki Maradona Indonesia," pungkasnya.(*)

Editor: Truly Okto Hasudungan Purba
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help