Pedagang Pasar Horas Jaya Siantar Sebut Wali Kotanya Pemimpin Bencong

Pedagang membawa keranda lengkap dengan foto Hefriansyah.Keranda yang dibungkus dengan kain dan lembaran kertas yang bertuliskan kata cacian

Pedagang Pasar Horas Jaya Siantar Sebut Wali Kotanya Pemimpin Bencong
Tribun Medan / Tommy Simatupang
Pedagang melakukan aksi membawa keranda yang bertempelkan foto Wali Kota Pematangsiantar Hefriansyah Nor di Kantor Balai Kota, Jumat (11/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Setelah membakar foto Plt Direktur Utama PD Pasar Horas Jaya, Benny Sihotang, pedagang kembali membawa keranda untuk Wali Kota Pematangsiantar, Hefriansyah Nor. Pedagang yang tergabung dalam pedagang balerong, kaki lima, dan tempel Pasar Horas membawa keranda ke depan Kantor Balai Kota, Jumat (11/5/2018).

Amatan tribun-medan.com, pedagang membawa keranda lengkap dengan foto Hefriansyah. Keranda yang dibungkus dengan kain hijau ini juga dilengketkan dengan lembaran-lembaran kertas yang bertuliskan kata cacian. Foto Hefriansyah juga dibubuhi tulisan "Pemimpin Bencong."

Seperti diketahui ini merupakan demo tolak revitalisasi ke enam dari pedagang Pasar Horas. Terakhir, pedagang yang didominasi kaum ibu ini bentrok dengan pihak keamanan yakni polisi dan Satpol PP. Dalam aksi itu, satu pedagang dibawa ke Polres Siantar dan satu lagi jatuh dari lantai dua yang diduga didorong pihak Satpol PP.

Di Kantor Balai Kota, pedagang menuntut pihak keamanan yang melakukan aksi anarkis. Pedagang juga menyampaikan adanya intimidasi dari PD Pasar Horas Jaya untuk menandatangani surat persetujuan revitalisasi.

"Kami sampaikan bahwa PD PHJ telah melakukan pembohongan. Mereka menjalankan surat absen ke pedagang padahal itu merupakan surat persetujuan pembangunan. Lalu, mereka mengitimidasi pedagang jika tak setuju akan tak diberikan berjualan di pasar lagi,"kata Rames Marpaung di Kantor Balai Kota.

Pedagang juga menilai DPRD Siantar tidak lagi memihak kepada rakyat. Menurutnya, anggota dewan tak peduli lagi dengan persoalan ini. Padahal, lokasi balerong masih berusia enam tahun dan masih layak digunakan.

Aksi ini terjadi lantaran, Dirut PD Pasar Horas Jaya Siantar, Benny Sihotang melakukan revitalisasi dengan mematok harga masuk sebesar Rp 60 juta per kios. Benny Sihotang yang juga mantan Dirut PD Pasar Medan memastikan pembangunan akan tetap berjalan sembari menunggu situasi kondusif.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved