Polisi Akhirnya Tangkap Rambo Papua

Yogor Talenggen yang bergelar sebagai Rambo Papua adalah terpidana kasus rangkaian penembakan terhadap polisi dan masyarakat sipil

Polisi Akhirnya Tangkap Rambo Papua
(Shutterstock)
Ilustrasi Terorisme 

JAYAPURA,TRIBUN-Setelah kabur dari Lapas Abepura, Kota Jayapura pada tahun 2016 lalu, seorang anggota Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB) akhirnya dibekuk Direktorat Reserse Kriminal Polda Papua. Anggota KKB bernama Yogor Talenggen alias Kartu Kuning Talenggen Yoman itu ditangkap di rumahnya yang terletak di Kampung Usir, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (12/5).

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengungkapkan, Yogor Talenggen yang bergelar sebagai Rambo Papua adalah terpidana kasus rangkaian penembakan terhadap polisi dan masyarakat sipil dengan hukuman seumur hidup.

"YT sebelumnya sudah diadili dengam hukuman seumur hidup. Namun pada Januari 2016 lalu dia menjadi DPO setelah berhasil kabur dari Lapas," ungkapnya. Penangkapan, lanjut dia, bermula dari adanya informasi yang didapat anggota bahwa yang bersangkutan berada di Distrik Mulia dan berencana pergi ke Ilaga, Kabupaten Puncak.

"Berdasarkan informasi itu, pimpinan langsung memerintahkan untuk dilakukan penangkapan dengan cara persuasif," katanya. Akan tetapi, lanjut Kamal, yang bersangkutan terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas setelah mencoba melakukan perlawanan saat ditangkap.

"Kini yang bersangkutan sudah diterbangkan ke RS Bhayangkara untuk menjalani perawatan. Dari tangannya, anggota berhasil menyita satu senjata laras pendek merk G2 Combat beserta lima amunisinya," ujarnya.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Humas Polda Papua, Yogor Talenggen melakukan penembakan terhadap tiga anggota Brimob pada tahun 2011, yaitu Bripda Eko, Riyanto dan Syukur. Pada tahun yang sama, ada pula anggota Brimob yang gugur ditembak olehnya. Pada tahun 2012 dia melakukan penembakan di bandara, lalu melakukan perampasan tiga senjata api milik Polsek Pirime.

Pada tahun 2013, dia menembak anggota TNI Bripka Hassan dan menembak polisi. Terakhir, pada Februari 2018, dia menembak anggota TNI bernama Sandi. Diduga, satu pucuk senjata yang berhasil disita milik anggota TNI yakni Sandi, namun masih diselidiki polisi.(Kompas.com)

Editor: Array A Argus
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help