Antisipasi Lemahnya Pertahanan, Ini Instruksi Pelatih Kiper PSMS  

Pelatih Kiper PSMS Medan, Sahari Gultom mengatakan dirinya juga menyesalkan banyaknya gol yang telah bersarang di gawang Ayam Kinantan.

Antisipasi Lemahnya Pertahanan, Ini Instruksi Pelatih Kiper PSMS  
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Kiper PSMS Medan Ahmaf Fauzi tepat di belakang Dhika Bhayangkara yang sedang berlatih 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Victory Arrival Hutauruk

TRIBUN MEDAN.com,MEDAN- PSMS Medan menjadi tim dengan statistik kebobolan tertinggi kedua di klasemen sementara Liga 1 dengan kemasukan 17 gol di bawah PS Tira yang telah kemasukan 18 gol.

Catatan ini menunjukkan betapa buruknya lini pertahanan PSMS Medan.

Pelatih Kiper PSMS Medan, Sahari Gultom mengatakan dirinya juga menyesalkan banyaknya gol yang telah bersarang di gawang Ayam Kinantan.

"Kita sudah kebobolan 17 gol, ini menjadi tim dengan kebobolan tertinggi setalah PS Tira," katanya, Senin (14/5/2018) di Lapangan Kebun Bunga, Medan.

Tapi meski demikian, pelatih yang akrab disapa Ucok ini mengaku masih optimis dengan penjaga gawang yang dimiliki PSMS.

"Masih optimis lah dengan penjaga gawang. Karena ini tidak melulu tentang kesalahan penjaga gawang. Karena sebenarnya permasalahannya ada di pertahanan kita juga," jelasnya.

Terkhusus menghadapi Sriwijaya FC, Ucok menjelaskan tengah mempersiapkan kedua kipernya untuk menghadapi servis bola mati dan bola silang.

"Kita akan mulai latihan hari ini untuk latihan conditioning, ini untuk fisik pemain. Menghadapi Sriwijaya, beberapa hari ini kita akan fokus mengantisipasi servis bola mati seperti free kick dan tendangan sudut dan umpan bola silang dari mereka," terangnya.

Kedua cara ini diakuinya penyumbang utama banyaknya gol yang bersarang di gawang PSMS. "Karena kita beberapa kali main, selalu kena disitu. Kalaupun awalnya ini memang karena pertahanan kita yang rapuh," bebernya.

Saat ini dijelaskan Ucok, kemungkinan menurunkan Dhika atau Ahmad Fauzi sama besar tergantung kesiapan mental kedua kiper.

"Ya peluang sama sama besar kita melihat mental bertanding, kalau bicara teknik sudah kita berikan semua tinggal mental mereka di lapangan," pungkasnya.

(cr10/tribunmedan.com)

Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help