Kebejatan! Ayah dan Paman Kandung yang Mencabuli AS Jalani Sidang Perdana

Sidang perdana bagi JS dan AMN pelaku asusila terhadap anak di bawah umur, AS (16).

Kebejatan! Ayah dan Paman Kandung yang Mencabuli AS Jalani Sidang Perdana
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.Com, TOBASA -Pintu utama Ruang Sidang berbahan kaca Pengadilan Negeri (PN) Balige, tertutup rapat pada Senin (14/5/2018) sore. Tadi merupakan sidang perdana bagi JS dan AMN pelaku asusila terhadap anak di bawah umur, AS (16) yang merupakan anak kandung dari terdakwa JS. 

Keduanya disidangkan terpisah di ruang sidang Cakra. Jaksa penuntut umum atas nama terdakwa JS adalah A P Prianto Naibaho SH, sedangkan jaksa yang menangani terdakwa AMN adalah Putra Raja R Siregar. 

AS merupakan korban kejahatan asusila yang dilakukan  ayah dan paman, JS dan AMN. Ayah kandung dan paman kandung tega menyetubuhi gadis berusia 15 tahun inisial (AS) di Desa Napitu Parsambilan, Toba Samosir. 

Perbuatan bejat ini dilakukan pertama kali oleh paman  kandung AMN pada akhir tahun 2015 lalu. Sedangkan ayahnya melakukan perbuatan bejatnya  pada akhir 2017 lalu.  

Sebelumnya, pelaku yang merupakan Ayah kandung AS sempat menghilang dari rumahnya. Namun, upaya pengejaran terus dilakukan hingga JS ditangkap di Medan. Kemudian dibawa ke Polres Tobasa untuk diproses. Sedangkan AMN diamankan di Tobasa.

Seperti informasi yang ditlusuri Tribun sebelumnya,berdasarkan peneriksaan peristiwa pencabulan itu pertama kali dilakukan oleh pamannya di rumah mereka di Desa Napitu Parsambilan, Toba Samosir. Dalam seminggu, paman kandung korban menyetubuhi AS rata-rata dua kali dalam seminggu hingga akhir 2017.

Sementara ayah kandungnya, JS telah menyetubuhi putrinya hingga yang ketiga kalinya. JS dan AMN, sama-sama sebelumnya tidak saling mengetahui perbuatan itu.

"Mereka saling tahu ketika sudah di kantor polisi. AS juga kini sedang hamil,"ujar Kasat Reskrim Polres Tobasamosir, AKP Nelson JP Sipahutar beberapa waktu lalu.

JS dan AMN juga tinggal serumah di Desa Napitu Parsambilan, Toba Samosir. Kejadian tersebut juga dilakukan di rumah mereka tinggal. 

Keduanya pun ditahan oleh aparat kepolisian Polres Toba Samosir pada Januari lalu setelah ada kecurigaan warga terhadap kondisi tubuh gadis belia AS yang diduga hamil, hingga warga melaporkannya  ke polisi. 

Sidang ini berlangsung pada sore hari dimulai pukul 15:00 wib dan tertutup untuk umum. Pada sidang ini, jaksa penuntut umum melakukan pemeriksaan saksi. 

Kedua pelaku disangkakan melanggar pasal 81 ayat 1 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Perempuan dengan ancaman minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara. 

Sidang pertama kali ini tercatat dengan nomor perkara pidana 68/pid-sus/2018/PN Blg untuk terdakwa AMN. Sedangkan untuk perkara JS dengan Nomor Perkara 67/pid-sus/2018/PN Blg.(cr1/tribunmedan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved