Markas Polisi Dibom

Presiden Jokowi Ultimatum DPR RI hingga Juni Mendatang, Minta Segara Sahkan RUU Terorisme

Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah atas aksi teroris yang beruntun terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Ia mengultimatum DPR RI

Presiden Jokowi Ultimatum DPR RI hingga Juni Mendatang, Minta Segara Sahkan RUU Terorisme
Presiden Jokowi bersama jajarannya memberikan ucapan duka yang mendalam atas korban tewas kerusuhan di Mako Brimob 

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah atas aksi teroris yang beruntun terjadi di Surabaya, Jawa Timur.

Serangan teroris ini rentetan semua dari kejadian kericuhan di Rutan Mako Brimob dari hari Selasa hingga Kamis (10/5/2018) yang menewaskan 5 anggota polisi yang disandera napi teroris.

Dengan rentetan peristiwan ini, Presiden Jokowi pun meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) agar secepatnya menyelesaikan dan mensahkan revisi UU Tindak Pidana Terorisme pada masa sidang yang akan datang.

“Kalau nantinya bulan Juni di akhir masa sidang belum segera diselesaikan saya kira akan keluarkan Perpu,” kata Jokowi dalam pernyataan yang disiarkan televisi swasta secara langsung, Senin (14/5/2018).

Dalam konferensi persnya, Jokowi mengatakan pemerintah sejak Februari 2016 sudah menyerahkan draft revisi UU Tindak Pindana Terorisme.

“Ini sebuah payung hukum penting bagi aparat, bagi Polri untuk bisa menindak tegas dalam pencegahan maupun dalam tindakan,” kata Jokowi.

Jokowi menyebut serangan teror sebagai tindakan pengecut yang tidak bermartabat dan biadab.

“Perlu ditegaskan lagi, kita akan lawan terorisme dan kita akan basmi sampai ke akar-akarnya,” tegas Presiden Jokowi.

Ia pun telah memerintahkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian agar mengambil tindakan tegas untuk menghentikan aksi teroris ini.

Hari ini, Senin (14/5/2018) sekira pukul 08.50 WIB terjadi serangan lagi di Mapolrestabes yang dilakukan seorang pengendara sepeda motor yang membonceng seorang perempuan dan diduga membawa juga seorang anak.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help