Bom Gereja di Surabaya

Anak Anton Nomor Dua Ungkap Tolak Doktrin Teroris dari Ayahnya, Memilih Hidup dengan Caranya Sendiri

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, pada ledakan pertama Anton mengalami luka parah namun masih hidup.

Anak Anton Nomor Dua Ungkap Tolak Doktrin Teroris dari Ayahnya, Memilih Hidup dengan Caranya Sendiri
Kolase
Lidya, Seorang saksi yang juga pengurus RT di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo, mengaku tak begitu mengenal keluarga Anton. Anton dilumpuhkan polisi karena diduga menyimpan bom aktif. Menteri Agama Lukman mengakui, Jika istri Anton tercatat sebagai PNS di Kementerian Agama. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Hari Minggu (13/5/2018) merupakan malam kelabu bagi keluarga yang tinggal di Rusunawa Wonocolo Blok B Lantai 5, Sidoarjo.

Pasalnya, satu keluarga diketahui meledakkan diri di Rusunawa tersebut.

Dari hasil identifikasi polisi, keluarga tersebut adalah Anton Febrianto (47), Puspitasari (47), dan keempat anaknya.

Keluarga Anton ini pada awalnya tak berencana meledakkan diri di rumahnya sendiri.

Namun, bom yang dipasang keburu meledak dan menimpa diri mereka sendiri.

Baca: Anton yang Tewas Lantaran Bomnya Sendiri Dikenal Berprestasi Namun Berubah Sejak Menikah

Sehingga tak memakan banyak korban lebih banyak seperti yang terjadi di gereja.

Istri Anton, Puspitasari dan anak sulungnya HAR tewas di tempat usai ledakan bom pertama terjadi.

Menurut Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera, pada ledakan pertama Anton mengalami luka parah namun masih hidup.

Namun, karena membahayakan, ia langsung dilumpuhkan oleh pihak kepolisian.

"Dia dalam keadaan memegang switching, sehingga terpaksa dilumpuhkan," katanya.

Halaman
1234
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help