Bom di Surabaya

Anak Bomber di Polrestabes Surabaya Hanya Mau Ngobrol dengan Suster

Satu anak perempuan terduga teroris, AAP (7) disebut masih mengalami trauma psikologi pasca-ledakan bom

Anak Bomber di Polrestabes Surabaya Hanya Mau Ngobrol dengan Suster
Kolase Tribunnews
Ais Korban Selamat Bom Surabaya. (Kolase Tribunnews) 

TRIBUN-MEDAN.COM, SURABAYA - Satu anak perempuan terduga teroris, AAP (7) disebut masih mengalami trauma psikologi pasca-ledakan bom di depan Mapolrestabes Surabaya, Selasa lalu.

Saat ini dia hanya bersedia berkomunikasi dengan suster penjaganya. "Ais (AAP) hanya mau ngomong sama susternya saja," kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Sutanto, di Mapolda Jatim, Rabu (16/5/2018).

Kondisi putri bungsu keluarga bom bunuh diri di gerbang Mapolrestabes Surabaya itu, kata Sutanto, berangsur membaik. "Hari ini keluar dari ICU dan dipindah ke ruang perawatan," jelasnya.

Menurutnya, anak-anak pelaku bom bunuh diri memerlukan penanganan komperhensif secara fisik maupun kejiwaan. Mereka juga harus mendapatkan pengasuhan yang tepat.

"Rehabilitasi harus tuntas, dari segi medis, sosial, psikologis. Yang lebih penting, bagaimana anak memiliki pemahaman yang tepat tentang agama," ujarnya.

Baca: Hinca Isyaratkan Herri Zulkarnaen Bakal Terus Jabat Plt Ketua Demokrat Sumut Hingga Pilpres 2019

 Catatan KPAI, sampai saat ini ada 7 anak pelaku bom yang dirawat di RS Bhayangkara Polda Jatim.

Tiga anak terduga teroris yang bomnya meledak di Rusun Wonocolo Sidoarjo, tiga anak terduga teroris yang ditangkap di Jalan Sikatan kemarin, dan Ais.

"Mereka saat ini terus mendapatkan pendampingan medis dan psikologis dari tim psikolog Polda Jatim," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Masih Trauma, Satu Anak Terduga Teroris Hanya Mau Bicara pada Suster Penjaganya",  

Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help