Lawan Teroris

Ayah Terduga Teroris Yusuf Rangkuti Lemas Menanti Kepulangan Sang Anak! Bibinya Menangis Histeris

Setelah kehadiran seorang tetangga yang membujuk keluarga untuk berbicara, akhirnya awak media diperkenankan untuk masuk.

Ayah Terduga Teroris Yusuf Rangkuti Lemas Menanti Kepulangan Sang Anak! Bibinya Menangis Histeris
TRIBUN MEDAN/WEN
ZF, ayah dari Muhamad Yusuf Rangkuti, terduga teroris yang diamankan Densus 88. 

MEDAN, TRIBUN.com - ZF (60), ayah kandung dari terduga teroris Muhamad Yusuf Rangkuti (MYR), wajahnya tampak lesu duduk di lantai beralaskan tikar di kediamannya, sekira pukul 10.40 WIB, Rabu (16/5/2018). Ia menatap ke arah jendela.

Di dalam rumah yang berada di Jalan Pukat I, Gang Sekolah , Kota Medan, ia tampak duduk ditemani dua orang perempuan.

Satu di antaranya adalah ZR, ibu kandung terduga teroris yang ditangkap Densus 88/Antiteror di simpang Jalan Sikambing Sekip, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan.

Baca: Bibi Terduga Teroris Menjerit Histeris: Jangan Bunuh Dia, Jangan Bunuh Dia, Jangan!

Baca: Penyerangan di Mapolda Riau, Sejumlah Polsek di Wilayah Hukum Medan Tingkatkan Pengamanan

Saat awak Tribun Medan mencoba masuk ke dalam rumah, keluarga seolah enggan menerima kehadiran awak media. Ketiganya hanya duduk terdiam saat disebut awak media minta kesempatan wawancara. 

"Permisi bu, pak, boleh kami masuk untuk wawancara?," ucap seorang wartawan media online kepada mereka. Mereka hanya terdiam sembari menatap seolah menahan diri untuk tidak berbicara.

Setelah kehadiran seorang tetangga yang tidak menyebutkan identitasnya membujuk keluarga untuk berbicara, akhirnya awak media diperkenankan untuk masuk.

"Udah enggak apa-apa bu, pak. Orang ini baik, orang mau nanya-nanya aja. Enggak papa kok bilang aja apa yang mau dibilang," ucap tetangga yang merupakan seorang pria itu dari luar rumah.

Setelah memberikan izin, akhirnya para awak media dipersilakan masuk ke dalam rumah yang berukuran 4x7 meter ini. Saat berada di dalam, seorang wanita berhijab kuning tampak duduk di lantai beralas tikar. Namun tiba-tiba ia berteriak menangis. "Jangan bunuh dia, jangan dibunuh dia," ucapnya dalam tangisan.

Diketahui wanita tersebut adalah bibi dari MYR terduga teroris. Ia menangis sambil memeluk seorang awak media.

Suasana di dalam rumah perlahan mulai tenang. ZR, ibu kandung terduga teroris mengatakan, anaknya MYR adalah sosok yang baik dan tidak pernah melawan kepada orang tua.

"Dia itu baik anaknya. Enggak pernah melawan sama kami," ucap ZR.

Saat para awak media melakukan wawancara kepada keluarga terduga teroris, tampak suasana dari luar rumah dipadati warga sekitar yang ingin melihat dan mencari tahu apa yang sedang terjadi.

"Ada apa bang. Ooh, wartawan," terdengar suara dari luar rumah.

Seorang warga yang mengenakan topi dengan tatto ditanganya pun mengakui, MYR adalah orang baik. Namun ia menyebut, MYR tidak terlalu sering bergaul di lingkungan tersebut.

"Dia itu baik aku lihat. Tapi enggak pernah pula dia kulihat duduk dengan warga sini. Kalau pulang kerja langsung pulang, enggak ada ngumpul-ngumpul," ucap pria yang tidak ingin identitasnya dipublikasikan. (cr19/Wen)

Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help