Jual Bagian Tubuh Satwa Dilindungi Ilyas Dituntut 3 Tahun Penjara

Selain itu, pria berbadan gempal ini juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

Jual Bagian Tubuh Satwa Dilindungi Ilyas Dituntut 3 Tahun Penjara
Tribun Medan/Chandra Simarmata
M Ilyas alias Ilyas terdakwa dalam kasus penjualan satwa langka yang dilindungi saat menjalani sidang di PN Medan 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejati Sumut Kristina Lumbanraja menuntut M Ilyas alias Ilyas, selaku terdakwa dalam kasus penjualan bagian tubuh Satwa Langka yang dilindungi lewat media sosial dengan pidana penjara selama tiga tahun.

Selain itu, pria berbadan gempal ini juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

"Meminta kepada majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini untuk memutuskan bahwa terdakwa M Ilyas alias Ilyas dijatuhi pidana penjara selama 3 tahun dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan," ucap JPU Kristina Lumbanraja saat membacakan amar tuntutannya dalam persidangan yang digelar di ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (16/5/2018).

Dalam kasus ini, JPU menilai M. Ilyas telah terbukti melanggar Pasal 40 ayat (2) jo. Pasal 21 ayat (2) huruf d UU. RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo. Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 40 ayat (2) jo. Pasal 21 ayat (2) huruf d UU. RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo. Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa,” ucap JPU Kristina Lumbanraja saat membacakan amar tuntutannya di hadapan majelis hakim yang diketuai Riana Br Pohan.

Sebelum mengajukan tuntutannya, JPU terlebih dahulu memaparkan hal-hal yang memberatkan terdakwa yakni perbuatan terdakwa merusak kelestarian alam hayati dan ekosistemnya. "Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya dan sopan selama persidangan," sebut JPU.

Usai mendengar tuntutan dari JPU, majelis hakim menunda persidangan hingga sepekan. Selanjutnya persidangan dengan nomor perkara 775/Pid.B/LH/2018/PN Mdn tersebut, akan kembali digelar hari Rabu mendatang dengan agenda pembacaan putusan.

Untuk diketahui, sebelumnya Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kristina Lumbanraja menyebutkan terdakwa ditangkap di rumahnya di Jalan Veteran Pasar IV Dusun 7 Desa Helvetia, Gang Jasmine, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, pada 29 Januari 2018.

Penangkapan berawal dari adanya informasi dari masyarakat terkait perdagangan bagian-bagian satwa yang dilindungi UU berupa kulit harimau dan kuku beruang.

Halaman
12
Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help