Jual Bagian Tubuh Satwa Dilindungi Ilyas Dituntut 3 Tahun Penjara

Selain itu, pria berbadan gempal ini juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp 100 juta subsider enam bulan kurungan.

Jual Bagian Tubuh Satwa Dilindungi Ilyas Dituntut 3 Tahun Penjara
Tribun Medan/Chandra Simarmata
M Ilyas alias Ilyas terdakwa dalam kasus penjualan satwa langka yang dilindungi saat menjalani sidang di PN Medan 

Petugas Polisi Kehutanan dari Kantor Balai Pengaman dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, lantas melakukan pengintaian dan penyamaran sebagai pembeli melalui facebook.

Kemudian, tanggal 29 Januari 2018, petugas melaksanakan kegiatan operasi peredaran tumbuhan dan satwa liar di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Dalam operasi itu, tim menangkap terdakwa.

Dari tangan terdakwa, petugas menyita barang bukti berupa kulit dan kuku harimau, beruang dan macan, di antaranya lima buah taring beruang terdiri dari empat buah dilengkapi ring ornamen dan satu buah taring tanpa dilengkapi ring ornamen.

Selanjutnya satu buah kalung yang terbuat dari kuku harimau, tiga buah kuku beruang dilengkapi dengan ring ornament, empat buah kuku macan, dua buah dompet kulit harimau, dua buah kulit harimau bagian kaki berbentuk tapak dan masih berkuku tidak utuh.

Kemudian, dua buah tali pinggang kulit harimau masing-masing berwarna coklat dan hitam, satu buah tas selempang kulit macan, satu lembar kulit harimau dengan ukuran panjang ± 95 cm dan lebar ± 35 cm dan satu buah kalung yang terbuat dari kuku beruang.

Dalam pledoinya di depan majelis hakim, M. Ilyas mengakui kalau dirinya tidak mengerti tentang Undang-undang perlindungan satwa langka yang dikenakan pada dirinya.

"Saya tidak ngerti UU perlindungan satwa langka ini majelis hakim yang mulia. Minta keringanan. Setelah ini baru saya mengerti dan berjanji tidak akan mengulangi lagi," ujarnya di depan majelis hakim.

Sementara itu, saat diwawancarai Tribun Medan seusai sidang, M. Ilyas tetap bersikukuh tidak tahu kalau perbuatannya itu menyalahi undang-undang yang berlaku.

"Saya benar-benar tidak tahu undang-undang itu," katanya sambil berjalan cepat menuju ruang tahanan sementara PN Medan.

Untuk diketahui, M. Ilyas dalam hal ini terjerat kasus penjualan satwa langka yang dilindungi UU dan negara.

Atas perbuatannya itu, Ilyas terjerat kasus penjualan satwa langka yang dilindungi UU dan negara.

 (Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved