Main di Kandang Lagi Djadjang Nurdjaman Sebut Hukumnya Wajib Menang

Bagi Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman situasi bermain di kandang harus mengemban beban kembali. Mereka wajib meraih kemenangan

Main di Kandang Lagi Djadjang Nurdjaman Sebut Hukumnya Wajib Menang
Tribun Medan / Danil Siregar
Legimin Raharjo dipeluk rekannya usai mencetak gol ke gawang Barito Putra di Stadion Teladan beberapa waktu lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Ilham Fazrir Harahap

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan memang selalu kandas di setiap laga tandang. Empat laga yang sudah dilakoni, selalu pulang dengan tangan hampa. Tapi situasi ketika bermain di markasnya justru sebaliknya. Mereka masih mempertahankan tren positif kemenangan pada laga kandang.

Setiap bermain di markasnya Stadion Teladan, tim Ayam Kinantan sangat garang. Mereka selalu mengalahkan lawannya kecuali tim Bhayangkara FC. PSMS hanya menelan kekalahan atas Bhayangkara pada laga perdana di kandang.

Setelah kalah dari Bhayangkara, PSMS selalu meraih poin penuh. Persija Jakarta, Perseru Serui, dan Barito Putera mereka gilas di Stadion Teladan. Situasi ini akan kembali mereka hadapi lagi kala bentrok dengan Sriwijaya FC, Jumat (18/5) nanti.

Bagi Pelatih PSMS, Djadjang Nurdjaman situasi bermain di kandang harus mengemban beban kembali. Mereka wajib meraih kemenangan, apalagi bermain sebagai tim tuan rumah.

"Tekanan terus datang. Kita menang di kandang tapi main di tandang kalah. Situasi ini tentu kembali menjadi beban buat kita. Karena misi kita untuk menang," ujarnya usai memimpin latihan di Kebun Bunga, Rabu (16/5/2018).

Belum lagi situasi dengan jadwal pertandingan yang bermain saat Bulan Ramadan. Ini tentu sangat berpengaruh anak asuhnya. Energi pemain mungkin akan sedikit mengalami perubahan. Belum lagi pemainnya mayoritas muslim harus menjalankan ibadah puasa.

Menurut Pelatih asal Bandung ini situasi bermain di Bulan Ramadan berat ketika di awalnya saja. Mereka harus beradaptasi dengan pemainnya yang harus menjaga pola makan usai menyantap makanan berbuka puasa.

"Tentu selain beban, kita juga harus menjalani pertandingan di Bulan Ramadan yang saya rasa cukup berat. Okelah diawal-awal akan berat untuk kita, tapi selanjutnya kita harus terbiasa. Ini kompetisi tidak bisa lengah," ungkapnya.

(lam/tribun-medan.com)

Penulis: Ilham Fazrir Harahap
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help