Menatap Indahnya Danau Toba dari Bukit Tarabunga dan Perempuan Menenun di Kolong Rumah

Bukit ini pun hanya dua kilometer dari kantor Kecamatan Tampahan. Transportasi roda dua, empat dan lebih juga bisa menjangkau lokasi.

Menatap Indahnya Danau Toba dari Bukit Tarabunga dan Perempuan Menenun di Kolong Rumah
TRIBUN MEDAN/ Arjuna Bakkara
Sepasang kekasih, berselfi ria ketika berkunjung ke spot wisata Tara Bunga, Balige Tobasa, Rabu (16/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.com, TOBASA-Melihat Danau Toba dari Bukit Tarabunga Balige, Tobasa ibarat surga bagi para pelancong. Bukit-bukit hijau, hembusan angin gunung akan memanjakan para pengunjungnya. Apalagi pengunjung tidak kesulitan untuk tiba di lokasi.
 

Wisatawan hanya membutuhkan waktu hitungan menit dari Ibukota Tobasa di Balige menuju tempat ini. Jaraknya hanya sekitar lima kilometer saja. Bukit ini pun hanya dua kilometer dari kantor Kecamatan Tampahan. Transportasi roda dua, empat dan lebih juga bisa menjangkau lokasi.
 

Di bawah sekitar perbukitan terdapat hamparan sawah dan perkampungan Batak yang terletak. Dari tempat ini, wisatawan tak hanya menikmati panorama maupun pemandangan Danau Toba dari atas perbukitan. Pengunjung sekaligus akan dimanjakan sensasi hembusan angin gunung menyentuh kulit yang turun menuju Danau Toba.
 

Beberapa daerah yang berada di kabupaten lain juga menjadi suguhan panorama yang luar biasa. Seperti pulau Samosir di Wilayah Kabupaten Samosir dan Pulau Sibandang terdapat Kota Muara bagian dari Kabupaten Tapanuli Utara.

Bukit Tarabunga sudah menjadi objek wisata setempat. Uniknya, warga setempat tak satu pun memintai bayaran kepada pengunjung yang datang ke tempat ini.
Pengunjung hanya dianjurkan menjaga tata krama dan kebersihan lingkungan. Panorama tempat ini dinilai pengunjung luar biasa. Di sini mereka dapat melihat bagaimana pemandangan danau toba yang tak kalah indahnya di banding tempat lain.
 

Mata juga akan dimanjakan masyarakat Batak yang memperlihatkan keberlangsungan hidup sehari-hari. Seperti bertani, memanfaatkan kerbau membajak sawah dan becocok tanam hingga panen.
 

Satu dari pengunjung, Frans Lumban Toruan mengatakan pemandangan sunset dari atas bukit ini terlihat indah. Apalagi bila bujan tidak turun, warna danau Toba akan tampak jingga kemerah-merahan.
 

Kesan menarik lainnya, bagi Frans adalah warga sekitar selalu menyambut pengunjung dengan penuh keramahtamahan. Mereka tidak meminta uang parkir bahkan retribusi apa pun dari para pengunjung.
 

Tidak jauh dari lokasi ini, menuju Desa Meat bisa juga ditemui kaum perempuan bertenun ulos di kolong rumah Batak secara tradisional. Menangkap ikan dengan pola tradisional juga masih berlangsung.
(Cr1/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved