Lawan Teroris

Terduga Teroris Tempel Selebaran Perekrutan Karyawan, Mengejutkan!

Berdasarkan keterangan warga, selebaran tersebut ditempel pada dinding berwarna oranye itu sudah sejak lama.

Terduga Teroris Tempel Selebaran Perekrutan Karyawan, Mengejutkan!
Warta Kota/Hamdi Putra
Tempat usaha menjahit terduga teroris yang digerebek oleh Densus 88 Anti Teror di Jalan Gempol Raya RT 04 RW 02, Kunciran, Pinang, Kota Tangerang, Rabu siang (16/5/2018). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Terduga teroris di Tangerang yang bernama Choir menempel selebaran perekrutan karyawan di dinding tempat usaha menjahitnya.

Choir tinggal di Jalan Gempol Raya RT 04 RW 02, Kunciran, Pinang, Kota Tangerang.

Berdasarkan keterangan warga, selebaran tersebut ditempel pada dinding berwarna oranye itu sudah sejak lama.

 
"Sudah lama, tapi saya kurang tahu persisnya," kata Ina, warga yang juga tetangga Choir.

Dalam selebaran itu tertulis "Dibutuhkan karyawan/i tkg jahit, 085276255266."

Sedangkan pada selebaran lainnya tertulis "Dibutuhkan karyawan/karyawati jahit gamis, minat chat, hub Duta Konveksi: Telp 085276255266 (M. Choir), WA: 087780809533 (M. Choir)."

Densus 88 Anti Teror melakukan penggerebekan di sebuah rumah di Jalan Gempol Raya RT 04 RW 02.

Baca: REST IN PEACE: Peluk Usap 2 Anak Korban Bom, Ibu Ini Sanggup Bilang Ampuni Pembunuhnya

Baca: Kacau! Gara-gara Penumpang Lion Air Ngaku Teroris Bawa Bom, Pesawat Batal ke Jakarta

Dari penggerebekan itu Densus 88 berhasil mengamankan dua orang pria terduga teroris bernama Choir dan Ghofar, serta seorang wanita.

Hingga Rabu malam (16/5/2018) pukul 19.40 WIB, puluhan personel kepolisian masih bersiaga di lokasi penggerebekan.

Sedangkan warga terpantau beraktivitas seperti biasa dan melaksanakan salat tarawih pertama di masjid terdekat.

Baca: Bom Meledak Kembali, Deddy Corbuzier: Korban Bertebaran Kita Saling Menyalahkan . . .

Sementara itu, Musdah Mulia, peneliti yang konselor sekaligus aktivis perempuan dan penulis, mengatakan, soal perekrutan teroris ada beragam cara dan modus.

Mereka diam-diam mendekati target dan menyeretnya dalam lingkungan mereka.

"Artinya, mereka sengaja didekati dan didoktrin dengan paham radikal," kata Musdah Mulia di kawasan Matraman, Jakarta Timur.

Sekali target masuk ke dalam lingkungan mereka, maka tidak akan dilepaskan. Justru, target mengalami proses indoktrinasi yang intens dari para teroris

Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Warta kota
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help