Warga Paling Suka Djarot Bikin Acara di Rumah Dinas, Pedagang Kecil Panen Rejeki

Djarot ternyata tidak hanya ramah kepada warganya, dia juga perduli dengan mengeluarkan kebijakan memberdayakan Unit Usaha Kecil Menengah (UMKM)

Warga Paling Suka Djarot Bikin Acara di Rumah Dinas, Pedagang Kecil Panen Rejeki
Tribun Medan / Royandi Hutasoit
Djarot Saiful Hidayat saat merayakan syukuran usai berjiarah ke Makam Bung Karno, di rumahnya di Kota Blitar, Minggu (13/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Royandi Hutasoit

TRIBUN,MEDAN.com,BLITAR-Kinerja Djarot Saiful Hidayat, Calon Wakil Gubernur Sumatera saat masih menjabat sebagai Wali Kota Blitar, masih membekas di benak masyarakat Kota Blitar. Mereka selalu merindukan kepemimpinan dari Djarot Saiful Hidayat yang sangat mencintai warganya.

Kerinduan atas karya Djarot disampaikan masyarakat Kota Blitar kepada Harian Tribun Medan saat berkeliling di Kota Blitar, mulai dari warga yang berlatarbelakang sebagai pedagang kaki lima, pedagang di Pasar Legi, pensiunan PNS, karyawan swasta, mahasiswa hingga petani.

"Pak Djarot tak terlupakan warga di sini mas. Beliau baik sekali sama warga. Ndak mau neko-neko. Ketemu warga, senyumnya itu lho. Buat adem. Kangen sama pak Djarot. Kangen keramahanya, kangen semuanya tentang pak Djarot," ujar Sulasmi pedagang di Taman Kebon Rojo, Blitar, Rabu (16/5/2018)

Sulasmi meneteskan air matanya saat bercerita pengalamanya bertemu Djarot Saiful Hidayat dan juga saat bertemu dengan istri Djrarot Saiful Hidayat, Happy Farida. "Awal-awal dia jadi Wali Kota kita biasa saja. Namun setelah dia bekerja, dia tidak segan-segan makan dan minum di sini, dia dengarin kami ngomong. Istri pak Djarot juga begitu, dia anggap kita sudaranya," kata Sulasmi.

Djarot ternyata tidak hanya ramah kepada warganya, dia juga perduli dengan mengeluarkan kebijakan memberdayakan Unit Usaha Kecil Menengah (UMKM), jualan maupun produk-produk yang dihasilkan selalu naik kelas, seperti makanan yang mereka jual jadi santapan pejabat-pejabat, souvenir yang mereka produksi, jadi oleh-oleh buat para tamu-tamu Balai Kota Blitar.

"Paling enak itu, pak Djarot itu kalau ada acara di rumahnya. Ada acara di Balai Kota, jualan dan produksi pedagang kecil yang seperti kami disuguhkan. Jadi kami pedagang kecil ini sering jumpa orang-orang besar yang datang ke Blitar. Bahkan langsung kami yang memberikannya secara langsung sama tamunya," ujarnya Sulasmi.

Selain meningkatkan pendapatan, ternyata Djarot Saiful Hidayat, selalu mengajak masyarakatnya untuk berdiskusi tentang apa yang mempersulit mereka saat berurusan dengan pemerintah, seperti saat melakukan pengurusan administrasi kependudukan, maupun soal pengurusan yang lainnya.

"Beliau itu selalu undang masyarakat. Warganya dijamu. Diajak berdiskusi. Nanti ditanya apa masalah kami, apa keluhan kami. Sering begitu. Warga bisa langsung ngomong sama dia. Kemudian pak Djarot nanti datangi kami ke rumah-rumah, dia sendiri yang nyatat apa kekurangan kami," ujar Wiwin, warga yang tinggal di Kelurahan Sukoharjo.

Selain mengundang warganya, Djarot Saiful Hidayat ternyata melakukan blusukan saat mendengar keluhan warganya, untuk memastikan kondisi yang terjadi di masyarakat. Blusukan yang biasa dia lakukan di Sumatera Utara, ternyata kebiasaan yang dia lakukan saat menjabat sebagai Wali Kota Blitar dua periode di Kota Medan.

"Bagusnya lagi, pak Djarot langsung catat sendiri keluhan warga saat blusukan. Trus anggota bapak itu nanti langsung selesain keluhan warga. Misalnya KTP, dibilang sulit, langsung diselesain sama anggota pak Djarot. Jadi selama pak Djarot memimpin, rakyat dilayani. Kalau bisa pak Djarot terus Wali Kota di sini. Tapi aturan tak bisa kan," tambah wiwin.

(ryd/tribun-medan.com)

Penulis:
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved