Lawan Teroris

Dinilai Bisa Rugikan Dakwah Islam, Ulama Ingin Dilibatkan Bersama Polri Bongkar Kasus Teroris

Aktivitas dakwah merasa dirugikan dengan tindakan-tindakan oknum polisi yang berlebihan menghadapi para terduga teroris.

Dinilai Bisa Rugikan Dakwah Islam, Ulama Ingin Dilibatkan Bersama Polri Bongkar Kasus Teroris
TRIBUN MEDAN/M ANDIMAZ
Jubir Ulama Medan, Masri Sitanggang 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Rentetan bom di Kota Surabaya pada Minggu (13/5/2018) lalu dan diikuti ledakan bom di Polrestabes Surabaya serta penangkapan terduga teroris di Sumut juga penyerangan Polda Riau, cukup meresahkan masyarakat khususnya di Sumut.

Baca: Ada Yang Aneh! Jubir Ulama Medan Minta Polri Jernih Usut Terorisme

Juru bicara ulama Kota Medan, Ustaz Masri Sitanggang mengatakan dalam perspektif Islam, aktivitas dakwah merasa dirugikan dengan tindakan-tindakan oknum polisi yang berlebihan menghadapi para terduga teroris. Karena hal itu akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak suka dengan orang beragama.

"Itu bisa dimanfaatkan orang tidak beragama, dengan menuduh orang yang katakanlah berjenggot, yang pakai celana cangkrang, bercadar kan akan di-bully dimana-mana," kata Masri di Masjid Agung Medan, Kamis (17/5/2018).

"Hal Ini akan memunculkan antipati yang sangat luar biasa. Kalau itu terjadi polisi tidak akan bisa menanggulanginya," sambungnya.

Masri menuturkan bahwa para ulama menegaskan kasus ini tidak ada kaitannya dengan agama apapun. Karena kita khawatir ada aktor-aktor yang memainkan kasus ini, terlebih orang-orang yang tidak percaya terhadap agama.

"Jangan-jangan komunis yang sedang bermain. Jadi kita dilaga antar umat beragama. Karena nggak ada orang yang beragama Islam mau membom gereja," ungkapnya.

Lebih jauh, Masri berharap kasus ini bisa diungkap secara jernih dan segera dibentuk tim pencari fakta. Yang diisi oleh aparat, ulama dan anggota dewan. Untuk mencari tahu siapa yang bermain dibelakang ini. Karena selama ini kita hanya menerima informasi dari pihak kepolisian. Tapi yang bermain di medsos kita tidak tahu hoaks atau tidak, Tapi bisa meyakinkan.

"Ini kan berbahaya di masyarakat, makanya diperlukan Tim Pencari Fakta untuk mengungkap kasus terorisme yang terjadi," pungkas Masri. (cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help