Kajari Binjai Turun Gunung, Baca Langsung Dakwaan Pelaku Korupsi RSUD Djoelham Binjai

Dr Mahim MS Siregar bersama ke empat terdakwa lainnya,diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp4,7 miliar

Kajari Binjai Turun Gunung, Baca Langsung Dakwaan Pelaku Korupsi RSUD Djoelham Binjai
Tribun Medan/Chandra Simarmata
Terdakwa dalam kasus dugaan korupsi Alkes di RSUD Djoelham Binjai TA. 2012 Saat menjalani sidang di PN Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Chandra Simarmata

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kajari Binjai, Victor Antonius Saragih Sidabutar, membacakan dakwaan terhadap lima terdakwa dalam kasus dugaan korupsi Alkes di RSUD Djoelham Binjai TA  2012  di PN Medan. Mantan Kajari Kuala Tungkal, Jambi ini memimpin anggotanya untuk menjerat ke lima pelaku korupsi yang merugikan negara sebesar Rp 4,7 miliar tersebut.

Dalam dakwaanya, Dr Mahim MS Siregar bersama ke empat terdakwa lainnya, diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp4,7 miliar dalam pengadaan Alkes di RSUD Dr.RM. Djoelham Kota Binjai pada anggaran tahun 2012.

"Berdasarkan laporan hasil audit Penghitungan Kerugian Keuangan Negara yang dilakukan oleh BPKP Provinsi Sumut Nomor : SR-5/PW02/5.1/2018 tanggal 7 Maret 2018, jumlah kerugian keuangan negara yang terjadi pada kegiatan Pengadaan Alat Kesehatan pada RSUD Dr. RM. Djoelham Kota Binjai yang bersumber dari Dana TP APBN Tahun Anggaran 2012 adalah sebesar Rp4,7 miliar lebih," ucapnya di hadapan majelis hakim diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo di ruang Cakra 9 PN Medan, Kamis (17/5/2018)

Atas perbuatan para terdakwa, JPU dalam dakwaan primairnya mendakwa keempat tersangka yakni Mahim Siregar, Suryana, dan Suhadiwinata dengan pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana," ucap JPU.

Sementara itu, dalam surat dakwaannya, JPU mendakwa Teddy dan Cipta dengan Pasal 3 jo Pasal 18 UU No.31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr RM  Djoelham Kota Binjai Dr. Mahim M S Siregar terlihat tenang ketika menjalani sidang dakwaan dalam kasus dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan tahun anggaran 2012 di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Medan, Kamis (17/5/2018).

Tak hanya sendiri, Mahim Siregar juga menjalani sidang dengan agenda dakwaan itu bersama empat terdakwa lainnya.

Dr. Mahim MS Siregar, didakwa bersama terdakwa lain yakni, Teddy Law selaku Direktur PT. Mesarina Abadi, Cipta selaku Kepala Unit Layanan Pengaduan (ULP), Suhadiwinata selaku Ketua Pokja Pengadaan Barang, dan Suryana selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Usai mendengarkan JPU membacakan dakwaan, majelis hakim menanyakan kepada para terdakwa apakah akan mengajukan eksepsi atau tidak.

"Kepada para terdakwa, saudara mempunyai hak untuk mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa," ujar majelis.Melalui penasehat hukumnya, para terdakwa menyatakan akan mengajukan eksepsi atas dakwaan JPU.Untuk persidangan berikutnya akan dilanjutkan Kamis pekan depan.

(Cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help