Lawan Teroris

Mengejutkan, Pengakuan Terduga Teroris kepada Kapolda: Semua Polisi Dianggap Kafir

Seorang terduga teroris yang tertangkap di Palembang membuat pengakuan mengejutkan kepada polisi.

Mengejutkan, Pengakuan Terduga Teroris kepada Kapolda: Semua Polisi Dianggap Kafir
Istimewa
Dua terduga teroris (mengenakan penutup wajah) yang ditangkap Polda Sumsel saat menjalani pemeriksaan. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Seorang terduga teroris yang tertangkap di Palembang membuat pengakuan mengejutkan kepada polisi.

Melansir dari Sriwijaya Post, Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengaku mendapat informasi hasil obrolan dengan dua terduga teroris asal Riau yang ditangkap di Palembang, Selasa (15/5/2018).

Kedua teroris itu menyebut polisi sebagai kafir harbi yang harus dimusnahkan.

Dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat di Palembang, Zulkarnain menceritakan kronologis penangkapan dan hasil obrolannya dengan kedua pelaku berinisial HS alias AA dan HH alias AA.

Keduanya mengubah nama setelah masuk dalam kelompok Jemaah Ansharut Daulah (JAD).

Baca: Durasi Puasa di 45 Negara Ini Berbeda Ada 11 Jam, Ada juga 21 Jam

Dari obrolannya itu, Zulkarnain menyebut kedua pelaku hafal dengan Pancasila tetapi benci dengan dasar negara itu.

Mereka ingin mengubah Pancasila menjadi khilafah sebagai target perjuangannya.

"Mereka mengaku hafal Pancasila, tapi tidak pancasilais dan sangat tidak senang dengan Pancasila.

Saya bilang sama mereka sila pertama ketuhanan yang maha esa, artinya kita beragama.

Mereka ngotot, jadi saya anggap mereka bebel, mungkin mereka juga anggap saya bebel," ujarnya.

Baca: Raffi Ahmad Buka Puasa Bareng Ayu Ting Ting, Sering Dicibir Kenapa tak Sama Nagita?

Halaman
1234
Editor: Salomo Tarigan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help