Pertuni Medan Lakukan Kegiatan ODOJ Selama Bulan Suci Ramadan

Puluhan orang penyandang disabilitas tunanetra berkumpul di Kantor Persatuan Tuna Netra Indonesia

Pertuni Medan Lakukan Kegiatan ODOJ Selama Bulan Suci Ramadan
Guru mengaji ajarkan anggota Pertuni Medan Lakukan Kegiatan ODOJ Selama Bulan Suci Ramadan 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Puluhan orang penyandang disabilitas tunanetra berkumpul di Kantor Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) di Jalan Sampul nomor 30, Medan, Sumatera Utara, melakukan acara penagajian bersama,
Kamis (17/5/2018).

Ketua DPD Pertuni Sumut, Khairul Batubara mengatakan pengajian bersama ini rutin dilaksanakan tiap hari Kamis milai pukul 09.00 WIB hingga selesai dan sudah berlangsung sejak tahun 2002. Selain itu, ada juga tausiyah yang dilaksanakan setiap hari Minggu sore menjelang buka puasa bersama.

"Acara ini didukung oleh berbagai pihak lapisan masyarakat. Setiap penyandang yang datang diberikan uang transportasi sebesar Rp 20 ribu rupiah," kata Khairul di Kantor Pertuni, Kamis (17/5/2018).

"Hari ini ada sekitar 50 penyandang disabilitas tunanetra yang hadir mengikuti pengajian diawal bulan Ramadan. Biasanya kadang bisa hingga 80 orang lebih yang datang. Mungkin hari ini karena hujan makanya tidak terlalu banyak yang hadir," tambahnya.

Khairul menjelaskan bahwa kegiatan pembacaan Al Quran Braille ini ditargetkan One Day One Juz (ODOJ). Kebetulan Ramadan tahun ini sudah bertambah dari 32 orang peserta ODOJ menjadi 50 orang.

Sebenarnya banyak sekali penyandang disabilitas tunanetra yang ingin ikut ambil bagian dalam ODOJ. Ada yang dari Kota Tebingtinggi, Binjai dan Langkat. Tapi karena kita tidak mampu memberikan uang transportasi, sehinga mereka membaca Al Quran didaerah masing-masing walaupun tanpa ada yang mengkoreksi.

"Kalau disini kan ada guru, jadi tahu mana yang salah dan yang benar. Tapi kalau dirumah mungkin pedomannya huruf Braille saja," ujarnya.

"Harapan kita penyandang disabilitas tunanetra haknya dapat terpenuhi. Karena orang sehat bisa baca Al Quran, jadi orag tunanetra juga wajib bisa baca Al Quran. Karena Al Quran adalah petunjuk yang diturunkan Allah lewat Nabi Muhammad sebagai pedoman bagi umat muslim menjalankan kehidupan di dunia," tutup Khairul.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help