News Video

Buka Puasa dengan Bubur Sup di Masjid Raya Al Mashun

Saban tahun, masjid peninggalan Sultan Deli ini memang rutin menghadirkan bubur sup sebagai menu utama berbuka puasa.

Buka Puasa dengan Bubur Sup di Masjid Raya Al Mashun
Tribun Medan
Menu buka puasa di Masjid Raya Medan, Kamis (17/5/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Medan/ Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Bubur sup dari Masjid Raya Al Mashun menjadi salah satu menu yang paling ditunggu saat buka puasa.

Saban tahun, masjid peninggalan Sultan Deli ini memang rutin menghadirkan bubur sup sebagai menu utama berbuka puasa.

“Buka puasa di Masjid Raya Al Mashun ini awalnya adalah pribadi Sultan, dan dahulunya adalah bubur pedas. Namun seiring berjalannya waktu karena memasak bubur pedas terbilang repot serta bumbunya susah dan memakan waktu lama, maka kemudian diganti dengan bubur sup,” ujar Masjid Raya Al Mashun, Muhammad Hamdan, Kamis (18/5/2018).

Ia menuturkan, dahulu jaman kesultanan, Sultan ingin bersedekah kepada para musafir dengan menyediakan bubur pedas sebagai menu buka puasanya ketika singgah di Mesjid Raya Al Mahsun ini.

 “Namun saat ini bukan sedekah pribadi Sultan, tetapi sudah dibuka bagi masyarakat umum dan para donatur,” sambungnya.

Simak menu berbuka di Masjid Raya Al Mashun;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Baca: 6 Manfaat Kurma Bagi Tubuh bila Dikonsumsi saat Buka Puasa

Baca: Pesan Ramadan dari Donald Trump Mengejutkan Umat Muslim Dunia

Baca: Warga Palestina tak Diperbolehkan Melakukan Hal Ini Selama Bulan Ramadan

 Ia menjelaskan, bubur sup dimasak sejak awal Ramadan hingga 27 Ramadan dan setiap hari disediakan dengan campuran ayang.

 “Bubur sup tersebut disediakan untuk masyarakat yang ingin membawa pulang dan juga masyarakat yang akan berbuka di Masjid Raya Al Mashun tapi yang diutamakan untuk yang berbuka,” jelasnya.

Hamdan menerangkan, bahan untuk membuat bubur sup yaitu beras, daging sapi yang kemudian dipadukan dengan sayuran seperti kentang dan wartel.

“Kalau bumbu memasaknya seperti memasak sup, hanya saja di sini kita menggunakan tambahan santan,” terangnya.

Ia mengungkapkan, untuk proses memasak berlangsung sekitar tiga jam yang dimulai sekitar pukul 13.00 WIB dan akan dibagikan setelah Salat Ashar setiap harinya selama Ramadan.

(pra/tribun-medan.com)

SIMAK VIDEO LAINNYA;

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Hendrik Naipospos
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help