Viral Medsos

Fitri Septiani, Oknum Kepsek yang Menyebut Bom Surabaya Rekayasa Diberhentikan dari Jabatannya

Fitri Septiani Alhinduan (37), pegawai negeri sipil ( PNS) yang menjabat sebagai kepala sekolah sebuah SMP di Kabupaten Kayong Utara

Fitri Septiani, Oknum Kepsek yang Menyebut Bom Surabaya Rekayasa Diberhentikan dari Jabatannya
Facebook.com

TRIBUN-MEDAN.COM - Fitri Septiani Alhinduan (37), pegawai negeri sipil ( PNS) yang menjabat sebagai kepala sekolah sebuah SMP di Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, terancam diberhentikan dari jabatannya. 

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara, Romi Wijaya yang akan menyikapi kasus tersebut dengan menerbitkan surat pemberhentian sementara terhadap FSA.

Meski demikian, surat pemberhentian tersebut akan dikeluarkan setelah pihaknya menerima surat penahanan dari kepolisian.

"Akan diberhentikan sementara karena statusnya baru tersangka, bukan terpidana," kata Romi, Melansir Kompas.com, Jumat (18/5/2018).

FSA ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kalbar setelah diperiksa selama beberapa jam pada Rabu (16/5/2018).

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Polda Kalbar kemudian langsung melakukan penahanan terhadap tersangka.

Romi menambahkan, apabila sudah ada putusan bersalah dari hakim di pengadilan, pihaknya akan memberhentikan FSA secara definitif.

Sambil menunggu berjalannya proses hukum yang dihadapi FSA, saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara menunjuk Pelaksana Harian Kepala Sekolah untuk menggantikan tugas FSA.

Lewat akun Facebooknya, kepala sekolah bernama Fitri Septiani Alhinduan menuliskan status yang dianggap tidak bersimpati kepada para korban. 

Oknum kepala sekolah
Oknum kepala sekolah (facebook)

Gara-gara statusnya ini Fitri harus berurusan dengan pihak kepolisian.

Halaman
123
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help