Sampah Menumpuk di Pesanggarahan Sukarno Hatta Parapat, Pejabat Sebut Kekurangan Armada

Keindahan alam dan kesegaran udara pegunungan dirusak oleh tumpukan sampah di Kota Wisata Parapat, Simalungun

Sampah Menumpuk di Pesanggarahan Sukarno Hatta Parapat, Pejabat Sebut Kekurangan Armada
Tribun Medan/Arjuna Bakkara
Pemandangan tidak sedap terpancar di Kawasan Wisata Parapat tepatnya di Jalan Setapak Pesanggerahan Sukarno Hatta Parapat, di Belakang Open Stage, Jumat (18/5/2018). Sampah masih saja menjadi masalah ditempat tersebut 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.com, PARAPAT-Mata dunia tertuju pada keindahan Danau Toba. Perhatian Pemerintah Pusat tidak tanggung-tanggung membangun Kawasan Danau Toba memuju Destinasi Wisata bertaraf internasional.

Namun, pemandangan tidak sedap terpancar di Kawasan Wisata Parapat tepatnya di Jalan Setapak Pesanggerahan Sukarno Hatta Parapat, di Belakang Open Stage, Jumat (18/5/2018). Sampah masih saja menjadi masalah ditempat tersebut.
 

Sajian keindahan alam dan kesegaran udara pegunungan dirusak oleh tumpukan sampah di Kota Wisata Parapat, Simalungun. Selain merusak pemandangan, sampah berbau busuk membuat warga tidak nyaman.
 

Bak sampah yang disediakan tidak cukup menampung volume sampah. Sampah-sampah tersebut bervariasi, mulai dari sampah plastik padat juga kertas.
Bahkan, sisa-sisa makanan di antara sampah itu megeluarkan aroma bau busuk dan dipenuhi lalat hijau.

Akibatnya, orang-orang yang melintas atau pun warga sekitar merasa tidak nyaman. Warga Parapat Fery Hutajulu menyarankan agar Pemerintah, sebaiknya memindahkan lokasi pembuangan tersebut.
 

Apalagi, bak sampah itu berdekatan dengan perhotelan juga Open Stage dan mushola. Bahkan menurutnya, tidak jauh dari Pesanggrahan Bung Karno.
 

Menurutnya, persoalan ini patut menjadi perhatian pemerintah Kabupaten Simalungun. Pembangunan harus dimulai dari hal kecil, termasuk persoalan sampah sehingga tidak menciderai wisata Danau Toba.
 

"Harapan kita, pemerintah bertindak memindahkan lokasi pembungan sampah ini. Sehingga warga atau pun wisatawan dapat merasa nyaman,"ujar abang kandung musisi Alex Rudiart Hutajulu, konsestan X Factor Indonesia tersebut.
 

Ester Tambunan, Kabid Pengembangan Dinas Pariwisata Simalungun mengatakan, dikarenakan masih terbatasnya angkutan-angkutan yang digunakan untuk memindahkan sampah, umpukan sampah masih terjadi.

Katanya, atas persoalan tersebut dari Dinas Pariwisata mereka akan menyurati Gubernur melalui Dinas Lingkungan Hidup di Provinsi agar membuat pengadaan tong sampah.

(cr1/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved