Sejak April, Bank Sumut Mulai Alami Pertumbuhan Positif

Sejak bulan April, PT Bank Sumut mulai mengalami pertumbuhan yang cukup positif dibandingkan triwulan pertama

Sejak April, Bank Sumut Mulai Alami Pertumbuhan Positif
TRIBUN MEDAN/AYU PRASANDI
Direktur Utama Bank Sumut, Edie Rizliyanto. 

Laporan Wartawan Tribun Medan/Ayu Prasandi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejak bulan April, PT Bank Sumut mulai mengalami pertumbuhan yang cukup positif dibandingkan triwulan pertama. Walau jika dipersenkan masih kecil, tetapi sudah mulai tumbuh positif dibandingkan triwulan pertama.

“Memang di triwulan pertama, Bank Sumut belum bertumbuh. Namun setelah di April, Bank Sumut mulai mengalami pertumbuhan yang cukup positif,” ujar Direktur Utama Bank Sumut, Edie Rizliyanto.

Ia menuturkan, untuk pertumbuhan bisnis, Bank Sumut kaitannya dengan kredit maupun pembiayaan konvensional maupun syariah yang memang conferm sudah positif.

Baca: Wali Kota Padangsidempuan Apresiasi Pelaksanaan Undian Tabungan Martabe Bank Sumut

“Pembiayaan dan kredit sudah menunjukkan positif masih di konsumer karena memang terbesar dari RKAT atau Rencana Pertumbuhan Bisnis Rp 2,8 triliun bersih, yang terbesar adalah dari konsumer,” tuturnya.

Ia menjelaskan, memang Bank Sumut tidak ingin menggantikan karena konsumer merupakan segmen yang baik dan masih besar potensinya untuk diambil. Hanya sektor produktif untuk meningkatkan peran Bank Sumut di Sumut memang harus masuk kesana.

“Biasanya untuk produktif melalui kredit SPK, tetapi di luar itu, Bank Sumut juga membiayai Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM),” jelasnya.

Ia menerangkan, kemudian dari sektor produktif lain, infrastruktur yang digerakkan dari pusat kebanyakan. Jadi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBN) Bank Sumut ikut serta.

Baca: Buka Rekening Tabungan Martabe Bank Sumut, Ini Benefitnya!

“Pertumbuhan penyaluran kredit UMKM secara khusus tidak spesifik, tetapi jika besarannya Rp 2,8 triliun dan Rp 1,8 triliun adalah konsumer, maka Rp 1 triliun tersebutlah yang kemudian dibagi disektor produktif dan UMKM,” terangnya.

Ia menuturkan, tidak ada khusus di UMKM karena jika dicek dari data yang ada, UMKM Bank Sumut untuk kreditnya adalah yang paling besar untuk tingkat nasional.

“Sebenarnya kewajiban perbankan untuk UMKM adalah 15 sampai 20 persen, tetapi Bank Sumut sudah 40an persen. Jadi bukan tidak mau menambah, tetapi ada potensinya maka akan digali” tuturnya.

Ia mengungkapkan, fokusnya Bank Sumut di tahun ini adalah konsumer dan infrastruktur yang APBD dan APBN. (pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Ismail
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help