Lama Tak Muncul, Bonaran Situmeang Tiba-tiba Jadi Tersangka soal Uang Rp 3,5 M! Sukran Lebih Dahulu

Pemanggilan sebagai tersangka dalam waktu dekat itu juga akan dilakukan penyidik terhadap Sukran Jamilan Tanjung.

Lama Tak Muncul, Bonaran Situmeang Tiba-tiba Jadi Tersangka soal Uang Rp 3,5 M! Sukran Lebih Dahulu
(Warta Kota/Henry Lopulalan)
Mantan Bupati Tapanuli Tengah, Raja Bonaran Situmeang. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Sofyan Akbar

TRIBUN-NEDAN.com, MEDAN - Mantan Bupati Tapanuli Tengah Raja Bonaran Situmeang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan sekira Rp 3,5 miliar pada 2013 lalu.

Baca: Mantan Bupati Tapteng Resmi Jadi Tersangka Penipuan Proyek

Baca: Mantan Bupati Tapteng Ditetapkan Jadi Tersangka, Kasus Penipuan Rp 450 Juta

"Dia (maksudnya Bonaran Situmeang) kan sudah ditetapkan sebagai tersangka, secepatnya akan kita panggil untuk diperiksa,"kata Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan, Senin (21/5/2018).

Nainggolan mengatakan pemanggilan sebagai tersangka dalam waktu dekat itu juga akan dilakukan penyidik terhadap Sukran Jamilan Tanjung, yang juga sempat menjabat sebagai Bupati Tapteng setelah Bonaran Situmeang ditahan pihak KPK.

Namun, Nainggolan masih merahasiakan waktu pemanggilan pasangan mantan Bupati dan Wakil Bupati Tapteng tersebut. Dia hanya menyatakan penyidik sudah menjadwal pemanggilan Bonaran Situmeang dan Sukran Jamilan Tanjung.

Baca: Hentikan Aksi Sejenak, Puluhan Mahasiswa Salat Asar Berjemaah di Depan Kantor Pertamina

Baca: Miris, Alasan Ingin Beli Baju Lebaran, Dua Pemuda Ini Curi Motor Jemaah Salat Tarawih!

Disinggung soal penahanan terhadap keduanya, Nainggolan menyebut itu kewenangan penyidik. Jika dianggap tidak kooperatif dan mempersulit proses penyidikan, maka penyidik dapat melakukan penahanan.

"Setiap tersangka dapat ditahan, dapat juga tidak, itu kewenangan penyidik. Kita lihatlah perkembangannya nanti,"katanya.

Sebelumnya, mantan Bupati Tapteng, Bonaran Situmeang ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan dan penggelapan sekitar Rp 3,5 miliar pada 2013 lalu.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja, Sabtu (19/5/2018), mengatakan, pelapor Efendi Marpaung dalam laporan polisi bernomor LP/555/V/ 2018/SPKT I tanggal 1 Mei 2018.

Dari keterangan pelapor, Raja Bonaran Situmeang memerintahkan anak buahnya untuk melakukan pengutipan kepada sejumlah Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebesar Rp 120 hingga 150 juta, dengan imbalan akan lulus menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Bonaran Situmeang dan Syukran Jamilan Tanjung saat masih menjadi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah
Bonaran Situmeang dan Syukran Jamilan Tanjung saat masih menjadi pasangan Bupati dan Wakil Bupati Tapanuli Tengah (net)

Sementara, Sukran Jamilan Tanjung ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menipu dan menggelapkan uang rekanan proyek bernilai ratusan juta.

Syukran Jamilan Tanjung ditetapkan sebagai tersangka dugaan penipuan dan penenggelapan atas laporan Joshua Maruduttua Habeahan pada 30 April 2018. (akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Feriansyah Nasution
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved