Home »

Taput

Baru Berumur Setahun, Jembatan Bernilai  Rp 1,6 Miliar Ambruk, Pejabat Taput Bilang Faktor Alam

"Ini dikerjakan tahun 2014 mulainya. Dana untuk pengerjaannya disebut berasal dari APBD, senilai Rp 1.614.800.000,"ujar warga Bermarga Tobing

Baru Berumur Setahun, Jembatan Bernilai  Rp 1,6 Miliar Ambruk, Pejabat Taput Bilang Faktor Alam
Tribun Medan / Arjuna Bakkara
Material bangunan jembatan yang menghubungkan Desa Siarangarang menuju Desa Pea Tolong, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara tinggal puing-puing, Rabu (23/5/2018). 

 Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, TAPUT-Material bangunan jembatan yang menghubungkan Desa Siarangarang menuju Desa Pea Tolong, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara tinggal puing-puing, Rabu (23/5/2018).

Jembatan penghubung dua desa ini berada di hulu Sungai Aek Situmandi. 

Panjang jembatan tersebut sekitar 35 meter, dengan lebar 5 meter. Menurut warga, jembatan ini dibangun Pemerintah Kabupaten Taput dalam dua tahap.

Pengerjaan tahap pertama dilakukan pada tahun 2014, dan diselesaikan tahun 2016. 

"Ini dikerjakan tahun 2014 mulainya. Dana untuk pengerjaannya disebut berasal dari APBD, senilai Rp 1.614.800.000,"ujar warga Bermarga Tobing yang tak mau disebut identitasnya. 

Sedangkan tahap kedua, yakni tahun 2016, senilai Rp 999.800.000. Itu juga bersumber dari dana APBD Taput. 

Sampai Rabu, belum ada tanda-tanda penanganan evakuasi material. Struktur jembatan yang rubuh itu bahkan nyaris terbawa arus air sungai. 

Rubuhnya jembatan itu diduga terjadi akibat struktur fisik dan rangka yang kurang kokoh sehingga tidak mampu menahan hantaman air sungai. Padahal, jembatan itu baru setahun selesai dikerjakan.

Kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang Taput, Anggiat Rajaguguk kepada wartawan mengatakan, peyebab rubuhnya jembatan bukan karena kurang kokoh melainkan disebabkan faktor alam.

"Jembatan itu roboh akibat tertimpa material longsor berupa bebatuan, pohon, dan tanah yang meluncur dari tebing jembatan. Apalagi kita duga, besar pengaruh aktivitas tambang batu di sekitar perbukitan," terangnya. 

Saat ini, kata Anggiat kondisi jembatan sudah disampaikannya ke Pemkab Taput.  Direncanakan, selanjutnya dilakukan proses program untuk perbaikan dan pembangunan jembatan tersebut.  

"Kondisi jembatan sudah dilaporkan ke bupati dan sudah kita tinjau,"ujarnya.

(cr1/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help