Home »

Taput

Ramadan 1439 H

Wujud Toleransi di Tarutung, Warga Muslim Diminta Menyembelih Hewan di Pesta Adat

Menjalani keseharian berpuasa di tengah-tengah lingkungan yang sebagian besar masyarakatnya tidak berpuasa bukanlah hal baru

Wujud Toleransi di Tarutung, Warga Muslim Diminta Menyembelih Hewan di Pesta Adat
Tribun Medan / Arjuna Bakkara
Masjid Agung Hati Nurani,Kecamatan Siatas Barita Desa Si Raja Hutagalung.  

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.com, TARUTUNG-"Kami sudah biasa berpuasa di tengah-tengah masyarakat yang mayoritas non Muslim. Tidak pernah ada bersinggungan sedikit pun, meski Umat Islam di Tapanuli Utara lebih kecil jumlahnya dibanding agama lain," ujar Jefri Simanjuntak, satu dari Umat Islam Tapanuli Utara saat ditemui di Masjid Agung Hati Nurani, Kecamatan Siatas Barita Desa Si Raja Hutagalung, Rabu (24/5/2018).

Menjalani keseharian berpuasa di tengah-tengah lingkungan yang sebagian besar masyarakatnya tidak berpuasa bukanlah hal baru dan sepanjang tahun sudah mereka lalui.
 

Kata Jefri, sesama umat beragama di Tapanuli Utara khususnya Tarutung satu sama lain saling menghargai. Bahkan, kerap tolong menolong. Eratnya kekerabatan di daerah tersebut menjadi perekat yang kuat menyatukan mereka yamg terdiri dari berbagai lintas agama.
 

"Mereka yang non Muslim juga mengerti dan menghargai kita. Di sini lebih kuat ikatan adat istiadat Batak dibandingkan ikatan emosional agama,"tambahnya.
 

Dia menambahkan, di tempat-tempat umum seperti pasar warga yang non muslim juga terbuka hatinya menerima masyarakat beragaman Islam. Sampai saat ini, menurut Jefri belum pernah ada kesalahpahaman antar umat beragama. Apalagi persoalan puasa dan tidak puasa.
 

Dalam hajatan-hajatan adat, terkhusus di Desa Si Raja Hutagalung eratnya kekerabatan begitu dapat dirasakan. Masyarakat non muslim, bahkan meminta warga yang beragama Islam menyembelih hewan untuk konsumsi pesta.
 

"Sanking saling menghargainya kita di sini, yang menyembelih hewan hingga memasak daging untuk pesta sekali pun kita yang dipercayakan. Itu dilakukan, agar hidangan dapat kami makan," jelas Simanjuntak.
 

Sebagai timbal balik, Warga yang beragama Islam juga turut membantu saudara mereka yang non muslim. Seperti untuk mengantisipasi adanya teror-teror sebagaimana yang terjadi belakangan ini, pemuda-pemuda Muslim juga menjaga mereka yang sedang menjalankan ibadah di gereja.
 

Jon Hutagalung, warga Desa Si Raja Hutagalung yang bukan beragama Islam mengamini. Hubungan mereka di desa tersebut sehari-hari terbilang hangat. Tak pernah terjadi perdebatan atau permusuhan karena agama.
 

"Kami sesama umat beragama di sini bagus hubungannta. Jadi kalau ada masalah pribadi tak pernah menyangkut-pautkan ke agama,"sebut pria berambur gondrong tersebut.

(cr1/tribun-medan.com)

Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help