Lawan Teroris

Merinding, Para Mantan Napi Teroris Buka-bukaan Ini yang Bikin Mereka Sadar dan Bertobat

"Saya tidak segan-segan untuk memohon maaf untuk keluarga korban dan korban Bom Bali 1," ujar Umar Patek.

Merinding, Para Mantan Napi Teroris Buka-bukaan Ini yang Bikin Mereka Sadar dan Bertobat
facebook
Wenny, korban bom gereja melepas dua jasad anaknya yang akan dimasukkan ke peti jenazah 

TRIBUN-MEDAN.COM - Talk show Mata Najwa yang disiarkan live di satu stasiun televisi nasional Rabu (23/5/2018) malam menampilkan edisi Bangkit dari Teror.

Sejumlah mantan napi teroris yang sudah tobat yakni Yudi Zulfahri mantan anak buah Aman Abdurrahman, mantan teroris Aceh Sofyan Tsauri, dan  mantan teroris Cirebon Echo Ibrahim.

Selain itu juga ditampilkan pembicaraan lewat telepon dengan napi teroris Bom Bali I Umar Patek yang saat ini sedang menjalani hukuman di Lapas Porong Sidoarjo.

"Dulu ingin mati syahid. Kita tidak memikirkan apa-apa. Tujuannya pokoknya bagian dari perjuangan," ujar  Sofyan Tsauri.

"Setelah bebas dari lapas saya pernah bertemu dengan beberapa korban," ujar Ibrahim Hasbi, mantan Pemasok Senjata Teroris.

"Saat kita memulai dulu kita tidak pernah berfikir nasib korban." 

"Saat bertemu Pak Didi, mantan korban JW Marriot, saya merasa sedih dan menyesal." 

"Penyesalan terbesar saya adalah bagaimana keluarga menanggung efek dari perbuatan saya," ujar Yudi Zulfahri, mantan pengikut Aman Abdurrahman.

"Saya membaca surat dari Osama Bin Laden Al Qaeda, dia bilang jihad kita tidak diterima oleh Allah karena menyebabkan banyak jatuh korban. Saya sadar ini kesalahan," ujar Sofyan Tsauri.

"Saya langsung takut. Saya sadar bertanggung jawab kepada Allah secara pribadi karena membunuh orang tidak bersalah. Saya menyesal sekali." 

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help