Penasaran Jembatan Miliaran Rubuh, Polres Taput Bentuk Tim Khusus, Ada Penyidik Korupsi Juga

Polres institusinya sengaja menerjunkan dua tim khusus untuk mengetahui persoalan yang mengakibatkanjembatan tersebut

Penasaran Jembatan Miliaran Rubuh, Polres Taput Bentuk Tim Khusus, Ada Penyidik Korupsi Juga
Tribun Medan / Arjuna Bakkara
Material bangunan jembatan yang menghubungkan Desa Siarangarang menuju Desa Pea Tolong, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara tinggal puing-puing, Rabu (23/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.com, TAPUT-Material bangunan jembatan yang menghubungkan Desa Siarangarang menuju Desa Pea Tolong, Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara tinggal puing-puing, Rabu (24/5/2018). Jembatan penghubung dua desa ini berada di hulu Sungai Aek Situmandi.

Rubuhnya jembatan tersebut menarik perhatian publik. Termasuk Polres Tapanuli Utara ikut tersita perhatiannya.
 

Kasubbag Humas Polres Taput, Aiptu Walpon Baringbing mengatakan Polres institusinya sengaja menerjunkan dua tim khusus untuk mengetahui persoalan yang mengakibatkanjembatan tersebut.

Apalagi, rubuhnya jembatan itu diduga terjadi akibat struktur fisik dan rangka yang kurang kokoh sehingga tidak mampu menahan hantaman air sungai. Padahal, jembatan itu baru setahun selesai dikerjakan.
 

"Polres Taput menerjunkan dua tim untuk menyelidiki robohnya jembatan Peatolong-Siarangarang," sebutnya.
 

Katanya, tim pertama terdiri dari penyidik unit tindak pidana tertentu untuk memastikan penyebab jembatan ambrol yang diakibatkan oleh aktivitas tambang batu ilegal yang beroperasi di wilayah itu.

Kemudian, tim kedua adalah penyidik tindak pidana korupsi untuk kepentingan penyelidikan dugaan penyimpangan penggunaan keuangan negara yang berdampak pada kemungkinan rendahnya kualitas fisik jembatan.

Panjang jembatan tersebut sekitar 35 meter, dengan lebar 5 meter. Menurut warga, jembatan ini dibangun Pemerintah Kabupaten Taput dalam dua tahap. Pengerjaan tahap pertama dilakukan pada tahun 2014, dan diselesaikan tahun 2016.

"Ini dikerjakan tahun 2014 mulainya. Dana untuk pengerjaannya disebut berasal dari APBD, senilai Rp 1.614.800.000,"ujar warga Bermarga Tobing yang tak mau disebut identitasnya.
 

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help