Sekda Bangga Ada Tol di Pematangsiantar, Budi Utari: Buah Doa Masyarakat

Sekretaris Daerah Kota Siantar, Budi Utari Siregar saat dihubungi, Jumat (25/05/2018) adanya pintu tol tersebut merupakan doa dari masyarakat

Sekda Bangga Ada Tol di Pematangsiantar, Budi Utari: Buah Doa Masyarakat
TRIBUN MEDAN/Dedy Kurniawan
Budi Utari berjalan ke ruang data sebagai calon pengganti Plt Sekda Siantar Resman Panjaitan,Kamis (29/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kota Pematangsiantar akan memiliki dua pintu jalan tol yang menghubungkan Siantar-Tebingtinggi dan Siantar-Parapat. Tim Pembangunan Jalan Tol memastikan pembangunan akan berlangsung pada tahun 2019. Pihaknya tengah mengurus pembebasan lahan bersama pemeritah daerah.

Sekretaris Daerah Kota Siantar, Budi Utari Siregar saat dihubungi, Jumat (25/05/2018) adanya pintu tol tersebut merupakan doa dari masyarakat. Budi mengungkapkan Pemko Siantar akan bekerja sama dengan Pemprov Sumatera Utara untuk membahas pembebasan lahan.

"Langkah selanjutnya pembebasan lahan. Memang undangan belum ku terima secara resmi tetapi kita sudah mendengarnya, dan kalau kata Pak Jumsadi (anggota Tim Pembangunan Jalan Tol) tanggal 30 (rapat pembebasan lahan) berarti jadilah itu. Intinya kita bersama Pemprov bersama-sama mengupayakan bagaimana agar pintu tol itu ada di Siantar,"katanya.

Budi juga mengungkapkan sedikitnya ada 53 kepala keluarga lahan yanng terkena imbas proyek tersebut. Selain itu, Pemko sedang membahas soal pembebasan HGU di PTPN III.

"Warga yang kena lebih kurang sekitar 53 KK, lain tanah HGU ya, kalau tanah HGU kita juga lagi berjuang, dan itu suratnya sudah ke direksi dan kita harapkan, bulan Juni sudah kelarlah,"ujarnya.

"Termasuk auto ringroad kita juga, makanya kita juga belum ketemu untuk membahas bagaimana auto ringroad dan mana jalan tol, yang mana bagian dari ringroad dan mana bagian dari jalan tol, makanya di konsultasi publik itulah nanti titik terangnya,"tambahnya.

Saat disinggung dimana lokasi Pintu tol tersebut, Budi enggan membeberkan lokasi pastinya,.

"Yang pasti nanti satu di jalan Medan dan Satu di Simpang dua yang arah ke Parapat,"ungkapnya.

Ditanya bagaimana pembahasan kepada masyarakat soal pembebasan lahan tersebut, Budi menyebutkan nantinya tim apresial akan menghitung dengan range maksimal.

"Nantikan diturunkan tim apresal resmi untuk menghitung lahan yang kena, dan inikan sudah kita praktekkan dibeberapa pembebasan lahan kita, jadi pembebasan lahan itu kita buat range maksimal, dan kita sangat berterima kasih kepada masyarakat yang mau merelakan lahannya,"pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved