Lawan Teroris

335 Narapidana Teroris di Indonesia Ikuti Program Deradikalisasi

Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) semakin gencar untuk terus menggalakkan

335 Narapidana Teroris di Indonesia Ikuti Program Deradikalisasi
(kiri-kanan) Anggota Komisi III DPR RI Raden Muhammad Syafii (Romo) dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) semakin gencar untuk terus menggalakkan program Deradikalisasi untuk para Napi teroris (Napiter). Apalagi setelah disahkan Undang-undang Terorisme pada Jumat (25/5/2018) kemarin.

Setelah pengesahan Undang-undang Terorisme, Suhardi Alius dan Anggota Komisi III DPR RI Raden Muhammad Syafii (Romo) langsung terbang ke Kota Medan.

Mereka datang untuk menghadiri acara silaturahmi dan buka puasa bersama BNPT di Sumut. Dalam agenda yang digelar di Hotel Madani itu juga turut dihadiri oleh para mantan kombatan.

Ada sekitar 630 orang mantan narapidana teroris (napiter) di Indonesia. Dari 630 Napiter tersebut, baru sekitar 335 orang saja, yang mengikuti program deradikalisasi.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan dari 630 mantan napiter yang keluar, hanya 335 yang sudah ikut program deradikalisasi.

"Ada sekitar 295 mantan napiter yang belum teridentifikasi. Dari data yang kita peroleh dari Dirjen Permasyarakatan," kata Suhardi di Hotel Madani, Jumat (25/5/2018) malam.

Lebih lanjut, Suhardi meminta agar Kemendagri ikut menolong dan mencari tahu keberadaan para mantan napiter yang belum mengikuti program deradikalisasi ini.

Dirinya juga berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan mantan Napiter yang belum teridentifikasi ini segera langsung memberitahukan kepada BNPT.

"Kami minta tolong Mendagri ikut membantu. Identifikasi yang sudah ada keluarganya. Ada yang sudah keluar tapi belum teridentifikasi," katanya.

"Tolong sampaikan ke kami biar kita kumpul lagi kalau ada tahu info yang sudah keluar tapi belum terdata. Sebab yang belum ketemu daftarnya sekian banyak itu, kami minta tolong dicari itu," pungkas Suhardi.(cr9/tribun-medan.com).

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved