Ramadan 1439 H

Desain Baju Koko yang Dikenakan Raja Wakanda Laku Keras Jelang Idul Fitri

Kerah baju Nehru kan seperti baju koko, tapi kalau di istilah mode, kerah seperti itu namanya mandarin collar

Desain Baju Koko yang Dikenakan Raja Wakanda Laku Keras Jelang Idul Fitri
Billboard
Chadwick Boseman di Black Panther. (Billboard) 

TRIBUN-MEDAN.com - Sejak film Black Panther dirilis pada Februari 2018 lalu di Indonesia, perbandingan antara baju yang dipakai oleh karakter raja Wakanda, T'Challa (Chadwick Boseman) dengan baju koko sudah banyak disampaikan oleh warganet.

Namun, saat Ramadan datang dan Lebaran menjelang, kebutuhan akan baju baru pun membuat tren baju koko Black Panther menjadi muncul kembali.

Baju koko tersebut, sudah dilaporkan oleh warganet saat beribadah tarawih, bahkan ada yang menyatakan sudah kehabisan di toko-toko sehingga banyak yang berusaha mencari secara online. 

Ina Binandari, head of fashion design di perusahaan pakaian baju muslim El Zatta dan Zatta Men, berpendapat wajar jika pakaian itu banyak digunakan atau menjadi populer saat bulan Ramadan dan menjelang Lebaran. 
Baju koko sendiri, menurut Ina, memang merupakan sebuah bentuk adopsi tersendiri dari baju terusan Nehru dengan kerah gaya mandarin.

"Kerah baju Nehru kan seperti baju koko, tapi kalau di istilah mode, kerah seperti itu namanya mandarin collar, makanya dibilang (baju) 'koko' karena dari 'kakak' dalam bahasa Tionghoa karena bajunya berkerah mandarin," kata Ina kepada BBC Indonesia.

Inspirasi dari Nigeria

Sementara itu, untuk kostum yang dikenakan oleh karakter T'challa, Sang Raja Wakanda sebenarnya terinspirasi dari baju tradisional Afrika yang bernama agbada.

Ruth Carter, desainer dalam film Black Panther ini menciptakan mantel cutaway berdasarkan desain pada abad 18 dengan hiasan di bagian depan dan potongan lengan bergaya Nigeria.

Agbada merupakan pakaian pria yang biasa dikenakan oleh masyarakat Nigeria di Afrika Barat.

Ini merupakaan jenis pakaian berbentuk jubah dengan potongan lebar yang dilengkapi hiasan bordir.

Baju tradisional ini pun sebenarnya hanya dikenakan saat acara seremonial, seperti pernikahan atau pemakaman.

Pakaian ini memang mengandung unsur Islami karena pada akhir abad ke 18, tatanan kekuasaan wialayah yang saat ini sebagian besar ada Nigeria terkena dampak dari penyebaran agama Islam.

Halaman
12
Editor: Randy P.F Hutagaol
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved