Bedah Buku Kisah Sukses Dana Desa, Bupati Remigo: Kepala Daerah Perlu Menginspirasi

Remigo menyatakan kadang pucuk pimpinan di kabupaten/kota perlu mengintervensi kebijakan penggunaan dana desa sepanjang tidak melanggar regulasi.

Bedah Buku Kisah Sukses Dana Desa, Bupati Remigo: Kepala Daerah Perlu Menginspirasi
Tribun Medan/Bagian Humas Setda Kab. Pakpak Bharat
BEDAH BUKU - Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu mengisi acara Bedah Buku `Kisah Sukses Dana Desa: Lilin-lilin Cahaya di Ufuk Fajar Nusantara', pada Kamis (24/05) di Aula Simarjarunjung, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara, Jalan Diponegoro, Medan. 

MEDAN, TRIBUN - Sebuah kutipan dari Drs. Moh. Hatta, sang proklamator RI, yang dikutip oleh Bupati Pakpak Bharat, Dr. Remigo Yolando Berutu, yakni "Indonesia tidak akan bercahaya dengan obor besar di Jakarta, tetapi Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa' menjadi pembuka pemaparan beliau saat menjadi penyaji pada acara Bedah Buku 'Kisah Sukses Dana Desa: Lilin-lilin Cahaya di Ufuk Fajar Nusantara' di Aula Simarjarunjung, Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara, Jalan Diponegoro, Medan, Kamis (24/5/2018).

Ia mengupas buku yang menarik ini dalam perspektif beliau sebagai kepala daerah dan sebagai orang Sumatera Utara dalam memandang dana desa yang diluncurkan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo sejak tahun 2015 yang lalu dan merupakan perwujudan dari Nawa Cita.

Dengan terus terang Bupati mengutarakan bahwa kendala utama terjadinya kekurangan atau kesalahan dalam beberapa kasus pengelolaan dana desa adalah faktor sumber daya manusia di desa, terutama kepala desa dan aparatur desa.

"Artinya faktor leadership di desa memegang peranan penting, terutama dalam menghadirkan inovasi. Inilah mengapa penting buku ini dihadirkan sehingga dapat menginspirasi para pemangku kepentingan di desa, termasuk sampai tingkat kabupaten dan kota," ungkap Bupati seraya merekomendasikan agar para stake holder ini memiliki buku yang bagus tersebut.

Bupati juga menyatakan terkadang ada juga pentingnya pucuk pimpinan di kabupaten dan kota mengintervensi kebijakan dalam penggunaan dana desa sepanjang tidak melanggar regulasi.

"Di sini kita menstimulus kreativitas para kepala desa beserta aparaturnya agar tidak monoton memanfaatkan dana desa, semisal terfokus pada persoalan infrastruktur semata, walaupun tidak menafikan bahwa urusan tersebut memang sangat dibutuhkan. Tergantung situasi dan kondisi desa," tambah Remigo.

Dalam acara yang dimoderatori Monika R. Sitompul, Kabid Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II Kanwil Ditjen Perbendaharaan Pemprov Sumut dan dipanel oleh Wahyu Ario Pratomo, Ekonom Kemenkeu RI Wilayah Sumut, juga dilakukan sedikit pemaparan oleh beberapa Kepala PMD Pemerintah Kabupaten di Sumatera Utara yang desa-desanya masuk dalam penulisan buku tersebut karena memiliki keberhasilan dalam pengelolaan dana desa.

Adapun desa-desa yang dicantumkan karena dianggap memiliki keberhasilan dalam pengelolaan dana desa di Sumatera Utara, antara lain Desa Sifaoroasi (Nias), Desa Simbou Baru (Simalungun), Desa Kampung Padang (Lab. Batu), Desa Rawang Pasar V (Asahan), Desa Kuta Pinang (Sergai), Desa Perduhapen (Pakpak Bharat), Desa Lumban Gaol (Tobasa), Desa Huraba (Tapsel), Desa Karang Gading (Langkat), dan Desa Jago-jago (Tapteng).

Senada dengan Bupati, Wahy Ario Pratomo juga mengamini pentingnya inovasi dalam pengelolaan Dana Desa, dan beliau memaparkan bahwa inovasi bisa berasal dari mereplikasi yang bisa saja diinspirasi dari Buku ini.
Buku ini menjadi implementasi kepedulian untuk pengembangan Desa-desa di Indonesia ke depannya. (*)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help