Ramadan 1439 H

Dagangan Boru Harahap Laris Manis, Satu-Satunya Penjual Pakat di Lubukpakam

Harganya yang terjangkau membuat makanan khas Mandailing ini masih menjadi pilihan favorit warga pada saat berbuka puasa.

Dagangan Boru Harahap Laris Manis, Satu-Satunya Penjual Pakat di Lubukpakam
TRIBUN MEDAN/INDRA GUNAWAN SIPAHUTAR
Supardi dan Fani membeli pakat rotan yang dijual di Lubukpakam, Senin (28/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUN-MEDAN.com,LUBUKPAKAM - Boru Harahap, penjual pakat rotan yang ada di Lubukpakam Kabupaten Deliserdang banyak mendapat pesanan saat pada saat ini. Hal ini lantaran satu-satunya penjual pakat di kawasan Lubukpakam adalah dirinya sendiri.

Harganya yang terjangkau membuat makanan khas Mandailing ini masih menjadi pilihan favorit warga pada saat berbuka puasa.

" Ya untuk satu hari lebih lah seratus batang laku terjual. Harganya murah saya jual empat batang Rp 10 ribu. Saya jualanya mulai dari selesai sholat Ashar,"ujar Boru Harahap Senin, (28/5/2018).

Lapak dagangan pakat milik Boru Harahap ini berada tepat di pinggir Jalan Lintas Sumatera depan kantor Bupati Deliserdang. Ia mengaku sudah berjualan pakat sejak bertahun-tahun.

Disebut kalau rotan didatangkan langsung dari Padang Sidempuan.

"Kalau sambalnya saya gak jual, buat sendiri saja cuma dengan cabai campur bawang merah iris tambah jeruk asam. Dicampur dengan nasi enak kali makannya. Banyak juga yang belum pernah makan dia beli dan langsung suka," kata Boru Harahap.

Salah satu pembeli yang saat itu menghampiri dagangan Boru Harahap adalah Supardi dan Fani Ardana.

Keduanya mengaku sengaja datang membeli karena merasa penasaran dengan pakat rotan yang muncul dan dijual ketika musim bulan puasa ini saja. Saat itu kedunya membeli pakat dengan mengeluarkan kocek Rp 15 ribu.

"Kalau Rp 10 ribu empat berartikan sebatang cuma Rp 2500. Penasaran juga karena sudah tua seperti ini tapi belum pernah makan pakat. Ini mau dicoba-coba karena istri pun kemarin nitip juga karena belum pernah makannya juga. Ya maklumlah istri dan saya itu suku jawa jadi belum pernah coba," kata Supardi. (dra/tribun-medan.com)

Penulis: Indra Gunawan
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved