Gatal-gatal Mandi di Danau Toba hingga Menyurati Presiden! Begini Respons Pihak Aquafarm

"Ini sudah tidak wajar lagi. Kekondusifan masyarakat juga telah terusik. Terjadi kondlik horizontal, kami seperti dipecah belah,"

Gatal-gatal Mandi di Danau Toba hingga Menyurati Presiden! Begini Respons Pihak Aquafarm
Tribun-Medan.com/ Dedy Kurniawan
Suasana di usaha Keramba Jaring Apung PT Aquafarm berlokasi di perairan Danau Toba, Desa Pangambatan, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Minggu (26/2/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara
 

TRIBUN-MEDAN.Com, TOBASA - Keberadaan PT Aquafarm Nusantara yang beroperasi di Danau Toba membuat warga di Desa Sirungkungon, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, semakin resah.

Perusahaan yang bergerak di bidang budi daya ikan itu diduga telah mencemari lingkungan sekitar dan menyebabkan situasi tidak kondusif di kalangan masyarakat sekitar, khususnya warga Desa Sirungkungon.
 

"Ini sudah tidak wajar lagi. Kekondusifan masyarakat juga telah terusik. Terjadi kondlik horizontal, kami seperti dipecah belah," ujar Warha Arimau Manurung di Desa Sirungkungon, Senin (28/5/2018).
 

Menurutnya, warga Desa Sirungkungon terutama anak-anak telah terdampak berbagai penyakit akibat pencemaran lingkungan tersebut. Mulai dari air danau yang menjadi sumber air kebutuhan minum penduduk yang tidak layak konsumsi, hingga pencemaran udara dengan bau tidak sedap dimana-mana.

Akibatnya, sejumlah warga terserang penyakit kulit akibat pencemaran lingkungan air maupun udara sebagai dampak pembuangan limbah dari perusahaan itu.
 

Tidak terima akan pencemaran air dan udara di wilayah mereka ini, warga Desa Sirungkungon, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba Samosir, Provinsi Sumatera Utara, beserta pewarta PPWI Nasional melayangkan surat pengaduan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT Aquafarm Nusantara ke Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo di Jakarta.

Dalam surat pengaduan tersebut, warga menjelaskan kondisi lingkungan di Desa Sirungkungon akibat keberadaan PT Aquafarm Nusantara. Warga menuding beroperasinya perusahaan ini telah mengakibatkan pencemaran air dan udara.
 

Kata Arimau, sebelum PT Aquafarm Nusantara ada, warga di Desa Sirungkungon mengambil air Danau Toba untuk dikomumsi maupun mandi dan mencuci pakaian. Namun, sejak berdirinya perusahaan di desa ini, warga sudah tidak dapat lagi mengkonsumsi karena air danau sudah berubah warna dan berbau (tercemar).
 

Dia menambahkan, bukan hanya itu, saat air tersebut digunakan untuk mandi juga menimbulkan efek samping pada kesehatan warga dan telah mengakibatkan penyakit kulit, terutama pada anak-anak.

Halaman
12
Penulis: Arjuna Bakkara
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved