Ferdinand Hutahaean Wanti-wanti Mendagri Tjahjo Kumolo, Hati-hati dengan Barang Bukti, Jujurlah

Setelah kembali dan memunguti e-KTP yang terjatuh, sopir truk itu kemudian pergi dan melanjutkan perjalanannya.

Ferdinand Hutahaean Wanti-wanti Mendagri Tjahjo Kumolo, Hati-hati dengan Barang Bukti, Jujurlah
KOMPAS.com/IHSANUDDIN
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (12/5/2017). 

TRIBUN-MEDAN.com - Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean menanggapi soal kasus e-KTP yang tercecer di Bogor, Jawa Barat.

Dikutip TribunWow.com, hal itu ia ungkapkan melalui akun Twitternya yang diunggah pada Senin (28/5/2018).

Ferdinand Hutahaean pun menanyakan soal hal itu kepada Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

Menurutnya, perintah untuk membakar e-KTP di Bogor patut diduga sebagai upaya menghilangkan barang bukti.

Ia pun meminta Tjahjo Kumolo untuk hati-hati dan jujur dalam menangani kasus ini.

Menurutnya, selain skandal data kependudukan, perintah tersebut bisa disebut sebagai upaya menghilangkan tanggung jawab.

Ferdinand Hutahaean juga mengingatkan Tjahjo Kumolo apabila menghilangkan barang bukti bisa dipidana.

Hingga mendesak DPR membuat Pansus untuk mengusut hal itu.

Berikut pernyataan Ferdinand Hutahaean.

@LawanPoLitikJKW: Pak @tjahjo_kumolo yth, bpk sbg Mendagri yg bertanggung jawab atas data kependudukan.

Perintah utk membakar EKTP di Bogor itu menurut Sy, patut diduga adlh upaya PENGHILANGAN BARANG BUKTI utk menutupi sesuatu yg mmg tdk blh diketahui publik.

Hati2 dgn Barang Bukti.!! Jujurlah

Halaman
123
Editor: Randy P.F Hutagaol
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help