Ramadan 1439 H

Yayasan Ini Kawal Santri Hafal 15 Juz selama 25 Hari Ramadan, Simak Kiat-kiatnya

20 santri putra calon tahfiz Alquran harus menginap di asrama yayasan Jalan Perjuangan.

Yayasan Ini Kawal Santri Hafal 15 Juz selama 25 Hari Ramadan, Simak Kiat-kiatnya
TRIBUN MEDAN/ALIJAH MAGRIBI
Kegiatan santri putra menghafal Alquran di Yayasan Islam Imam Ahmad (28/5/28) 

Laporan Wartawan Tribun/Alija Magribi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Yayasan Islam Imam Ahmad bentuk program selama Ramadan 1439 Hijriyah.

Baca: Masjid Azizi, Peninggalan Kesultanan Islam di Bumi Bertuah Langkat

Baca: Masjid Raya Al Osmani Rutin Adakan Peringatan Nuzul Quran

20 santri putra calon tahfiz Alquran harus menginap di asrama yayasan Jalan Perjuangan (Ringroad) No 90 Tanjung Rejo, Medan.

Metode khusus diajarkan yayasan agar santri mampu menghafal 15 juz dalam 25 hari

"Metode pelajaran Yayasan Islam Imam Ahmad ada beberapa tehnik yaitu setiap hari santri tiga kali masuk kelas, pagi siang dan sore. Setiap pagi tambah hafalan baru dan ulang hafalan kemarin, siang mengulang hafalan lama sebanyak lima lembar dan sore menghafal hafalan baru hingga pukul 23.00 WIB," ujar Kepala Sekolah, Ustaz Imam Ahmad Abi Abdillah kepada reporter Harian Tribun Medan pada Senin (28/5/18).

Sebelum masuk ke Yayasan Islam Imam Ahmad, para santri pun harus memiliki bekal membaca Alquran dan mampu menghafal sedikitnya delapan baris Alquran.

Ada empat ustaz yang juga hafiz akan membantu mendorong santri hafal Alquran dalam waktu singkat.

Banyak orang tua yang datang mengantarkan anak-anaknya menjadi hafiz.

Rata-rata para orang tuanya mengantarkan agar ingin selamat dunia akhirat dan memberi bekal bagi anak-anaknya untuk dewasa kelak.

"Seorang penghafal Alquran bisa selamatkan orang tua dan memberikan jubah surga untuk orang tua, semua orang tua inginkan anaknya agar saleh/saleha. Mereka harus tega. Beberapa kali orang tua rindu tapi Ahmad meyakini anak-anaknya akan baik baik saja," ujar Imam Ahmad.

Yayasan Islam Imam Ahmad mematok biaya pendidikan Rp 2.000.000 per anak. Itu termasuk biaya tinggal di asrama sehari-hari.

Yayasan membatasi usia santri ramadan pada usia 30 tahun agar lebih fokus menghafal Alquran.

Hafiz Ardy, satu dari 20 santri putra yang tinggal di asrama selama Ramadan, mengatakan, ia mengikuti keinginan dirinya dan dorongan orang tuanya.

Anak usia 8 tahun yang berasal Nias ini mengaku ingin menjadi orang Nias pertama yang hafal Alquran 30 juz.

Diketahui, yayasan ini sudah beroperasi selama dua tahun. Saat ini alumni yang santri putra dan putri berjumlah 30 orang. Alumni yang keluar rata rata telah tahfiz 10 juz hingga 15 jus Alquran. Mereka keluar umumnya ingin melanjutkan pendidikan formal.(cr15/tribun-medan.com)

Penulis: Alija Magribi
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved