Ramadan 1439 H

Sekda Langkat Punya Menu Favorit saat Buka Puasa, Sesuai Sunnah Nabi

Indra Salahudin saat diwawancarai seputar kebiasaannya selama menjalankan puasa Ramadan mengatakan, bahwa setiap berbuka puasa ada menu khusus

Sekda Langkat Punya Menu Favorit saat Buka Puasa, Sesuai Sunnah Nabi
TRIBUN MEDAN/DEDY KURNIAWAN
Penandatanganan berita acara serah terima LHP oleh Sekda Langkat Indra Salahudin bersama Plt Ketua DPRD Langkat Ralin Sinulingga, disaksikan Kepala BPK Perwakilan Sumut, Vincentia Moli Ambar Wahyuni. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Dedy Kurniawan

TRIBUN-MEDAN.com, LANGKAT - Berbuka puasa setelah menahan nafsu diri sejak fajar hingga berkumandangnya azan magrib adalah momen yang dinantikan bagi setiap Muslim yang berpuasa di Bulan Suci Ramadan. Menu berbuka untuk santap makan dan minuman pelepas dahaga pun beragam yang digemari setiap orang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Langkat, Indra Salahudin saat diwawancarai seputar kebiasaannya selama menjalankan puasa Ramadan mengatakan, bahwa setiap berbuka puasa ada menu khusus nan sederhana yang menjadi khas. Menu ini menjadi pembeda dengan bulan-bulan lainnya.

"Saya buka puasanya yang selalu ada kurma dan air putih hangat. Gak ada yang lain. Saya ngikuti sunnah Nabi Muhammad berbuka yang manis dengan kurma dan air putih," katanya kepada Tribun-Medan.com, Kamis (31/5/2018).

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu mengatakan bahwa Nabi Muhammad berbuka dengan Ruthab (kurma muda) sebelum salat, jika tidak ada ruthab, maka beliau berbuka dengan kurma, jika tidak ada kurma, Nabi minum dengan satu tegukan air. Hadis riwayat Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah.

Kurma buah asal tanah Arab ini memiliki banyak manfaat. Di antaranya dapat menyehatkan sistem pencernaan, buah manis mengandung sejumlah serat yang larut dan asam amino yang bermanfaat membantu proses pencernaan lebih baik dan efisien. Kurma juga mampu meningkatkan stamina dan energi dalam tubuh, di dalam kurma ini mengandung kadar gula alami yang cukup tinggi (glukosa, sukrosa dan fruktosa) dan berguna mengembalikan energi tubuh yang terkuras.

"Sudah dari dulu sampai sekarang itu saja menu khas buka puasanya. Ada pun kalau minuman lain ya air kelapa," timpalnya.

Selain kurma dan air putih, Indra Salahudin juga menggemari kuliner khas berbuka puasa ala kesultanan, yakni bubur pedas. Selama menjabat aparatur sipil di Langkat menu ini menjadi khas karena Langkat satu daerah yang khas dengan penghasil bubur pedas.

"Yang khas selama Ramadan ada juga menu buka puasa dengan bubur pedas. Kebetulan kalau buka bersama ada di Kabupaten sama buka di rumah orang tua," ujarnya.

Tahun ini, Indra yang menjabat posisi sentral di pemerintahan, terpaksa menghabiskan banyak waktu jauh dari keluarga. Tak jarang Indra harus mewakili Bupati dalam undangan kerja dan undangan buka puasa sekaligus.

"Tahun ini ya banyak buka puasa di luar jauh dari keluarga. Kayak kemarin harus mewakili sana sini. Kemarin juga sampai ke Siantar juga," pungkasnya semringah.

(Dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Joseph W Ginting
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved