Viana Bangga Menjadi Polisi Ikuti Jejak Sang Ayah yang Telah Tiada Sejak Ia Kecil

Viana Lidya Hutabarat (25), seorang polwan (polisi wanita) yang bertugas di Polsek Percut Seituan, Medan.

Viana Bangga Menjadi Polisi Ikuti Jejak Sang Ayah yang Telah Tiada Sejak Ia Kecil
Viana Lidya Hutabarat, polisi wanita yang bertugas di Polsek Percut Seituan, Kamis (31/5/2018) Kota Medan. 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Frengki Marbun

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Viana Lidya Hutabarat (25), seorang polwan (polisi wanita) yang bertugas di Polsek Percut Seituan, Medan.

Anak pertama dari pasangan Alfita Hutabarat dan Dameria Situmorang, tak menyangka menjadi seorang polisi. Pasalnya, gadis cantik yang berpangkat Bripda (Brigadir Polisi Dua) ini, awalnya memiliki cita-cita menjadi seorang guru.

Viana memiliki latar belakang keluarga polisi. Polwan cantik ini memiliki ayah dengan pangkat AKP (Ajun Komisaris Polisi). Namun, sesuai pengakuannya, ayahnya tersebut telah lama meninggal saat ia berusia satu tahun.

"Ayah saya meninggal saat saya berusia satu tahun. Jadi saya sama sekali tidak pernah tahu, bagaimana kehidupan ayah sebelumnya. Yang saya tahu, ayah meninggal karena kecelakaan, dan ia pernah bertugas menjadi Kasat Reskrim Polres Tarutung. Selain itu, enggak terlalu banyak yang saya tahu," ungkapnya kepada Tribun Medan di Polsek Percut Seituan.

Setelah kematian ayahnya tersebut, ekonomi keluarganya semakin memburuk. Hingga saat ia duduk di bangku SMA, wanita yang sudah berusia 25 tahun ini, harus menjadi tulang punggung keluarga.

"Aku waktu SMA menjadi tulang punggung keluarga, karena ayah sudah enggak ada lagi. Saya pun ngajar les private. Saya mendapat gaji paling tinggi itu Rp 300 ribu. Saya keliling untuk mendapatkan uang. Hingga, adik saya sempat bekerja sebagai SPG (Sales Promotional Girl) di sebuah Mal Medan," ungkapnya lagi.

Alumni SMA Negeri 14 Medan ini, akhirnya terus berjuang untuk membantu keluarganya yang sedang kesulitan ekonomi. Pada 2011, ia pun tamat dari SMA, hingga harus melanjutkan studinya ke perguruan tinggi.

Pada tahun itu, ia kuliah di Universitas Muhammadiyah Nusantara (UMN) Medan, dengan mengambil jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Sesuai cerita polwan cantik ini, ia memiliki cita-cita untuk menjadi seorang guru.

Cita-cita yang dimimpikannya tersebut, sempat terwujud, saat dia kuliah di Universitas tersebut. Sembari kuliah, ia tetap mengajar les private untuk membiayai kuliahnya dan ekonomi keluarga.

Halaman
12
Penulis: Frengki Marbun
Editor: Silfa Humairah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved