Hingga Mei 2018 Polda Sumut Tangani 18 Kasus Ujaran Kebencian, Paling Heboh Dosen Himma

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan sebanyak dua kasus sudah pada proses pelimpahan tahap dua di kejaksaan.

Hingga Mei 2018 Polda Sumut Tangani 18 Kasus Ujaran Kebencian, Paling Heboh Dosen Himma
Tribun Medan / M Andimaz Kahfi
Polda Sumut saat memaparkan kasus dugaan ujaran kebencian yang dilakukan oleh dosen USU,Himma Dewiyana Lubis (46) 

Laporan Wartawan Tribun Medan / M Andimaz Kahfi

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Sejak Januari hingga Mei 2018, Polda Sumatera Utara telah menangani 18 kasus ujaran kebencian yang dilakukan melalui media sosial.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja mengatakan sebanyak dua kasus sudah pada proses pelimpahan tahap dua di kejaksaan. Sedangkan 4 kasus masih pada pelimpahan tahap pertama.

"Sisanya 12 kasus masih dalam tahap penyidikan. Sehingga total dari Januari ada 18 kasus yang ditangani Polda Sumut," kata Tatan, Jumat (1/6/2018).

Tatan menjelaskan polisi tetap memprioritaskan proses kasus ujaran kebencian ini sampai ke Pengadilan. Pasalnya lanjut Tatan kasus seperti ini sangat merugikan orang banyak. Bahkan bisa menganggu pelaksanaan Pemilu. Karena ujaran kebencian ditujukan pada person, namun dampaknya bisa jadi sampai isu SARA.

"Kita tidak mau Pilkada atau negara kita terganggu dengan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan," ungkap Tatan.

Teranyar kasus ujaran kebencian yang ditangani Polda Sumut melibatkan oknum dosen di Universitas Sumatera Utara berinisial Himma Dewiyana Lubis (46). Dia sudah ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga memuat dua postingan di akun facebook miliknya yang berisi ujaran kebencian.

Baca: Faizal Assegaf Hunjam Fahri Hamzah, Anda Semakin Tidak Layak jadi Pejabat Negara, Kenapa?

Baca: Perawat Cantik yang Tewas Diberondong Peluru Tentara Sita Perhatian Dunia, Berikut Fakta-faktanya

Baca: Inilah Harga Motor Sport Roda 3 Yamaha Niken yang Sudah Resmi Dilepas ke Pasar, Berminat?

Baca: Inilah Deretan Rumah Mewah bak Istana Kepunyaan Artis-artis Papan Atas Indonesia

Baca: Artis Empunya Goyang Ngecor Unggah Foto Lawas, Masih Awet Muda dan Kian Menawan

Baca: Yusi Fadila Gagal Kunyah Mangga Muda di Tutorial Pertama, Bagaimana dengan Aksi yang Kedua?

Pada salah satu postingannya pasca serangan bom bunuh diri pada Minggu (13/5) di Surabaya, Himma memosting sebuah tulisan 'skenario pengalihan yang sempurna...#2019gantipresiden'.

"Penyidik menduga postingan ini berkaitan dengan rangkaian peristiwa bom tersebut. Sehingga sangat berpotensi memicu kebencian diantara sesama," pungkas Tatan.

(cr9/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help