Pedagang Kaki Lima Kesal Digusur Satpol PP Pematangsiantar, Ada yang Sudah Bayar Rp 6 Juta

"Kami memberikan waktu hingga nanti malam. Jika nanti malam masih berjualan di sini, makan akan kami gusur paksa,"ujar Kasatpol PP,Robert Samosir

Pedagang Kaki Lima Kesal Digusur Satpol PP Pematangsiantar, Ada yang Sudah Bayar Rp 6 Juta
Tribun Medan / Tommy Simatupang
Satpol PP memberikan peringatan kepada pedagang bazar di Lapangan GOR Pematangsiantar, Jumat (1/6/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Medan / Tommy Simatupang

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Setelah memberikan surat peringatan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) memperingatkan para pedagang untuk tidak mendirikan lapak lagi di Lapangan Gedung Olahraga (GOR) Pematangsiantar. Satpol PP menjelaskan para pedagang diberi tenggat waktu hingga nanti malam.

"Kami memberikan waktu hingga nanti malam. Jika nanti malam masih berjualan di sini, makan akan kami gusur paksa,"ujar Kasatpol PP, Robert Samosir di depan para pedagang, Jumat (1/6/2018).

Penggusuran ini lantaran pendirian stand pedagang tidak mengantongi izin dari Pemerintah Kota Pematangsiantar. Dinas Perizinan Kota Pematangsiantar memastikan panitia penyelenggara bazar tersebut tidak ada meminta izin. Padahal, bazar yang berada di GOR merupakan wewenang Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

"Gak ada izinnya. Tidak ada memang izin untuk itu. Kalau kita mengeluarkan izin, tunggu rekomendasi dari dinas terkait juga,"ujar Mardiana, Kabid Perizinan.

Baca: Ruben Onsu Sibak Tabir di Balik Rumor Pemecatan Raffi Ahmad dari Pesbukers, Netter: Gimmick

Baca: Zidane Kirimkan Pesan Menyentuh pada Seluruh Skuat Real Madrid, Cuma Pemain Bintang Ini Tak Membalas

Baca: Kala Rossi Raih Pole Position sedangkan Marquez Curhat, Siapa Jawara Malam Ini?

Baca: Ini Dia Zodiak yang Miliki Kemampuan Menghibur Orang Lain, Kamu Termasuk?

Baca: Mengulik 7 Fakta Tabrak Lari yang Dilakukan Pengemudi Toyota Alphard, Sempat Diamuk Massa

Baca: Denny Siregar, bila jadi Jokowi akan Sambangi Rumah Amien Rais: Mbah Marah-marah Mulu

Amatan tribun-medan.com, puluhan stand yang berada di lapangan GOR menjajakan dagangan seperti kaus, jam tangan, aksesoris, dan permainan anak-anak. Bazar tersebut telah berdiri sejak Senin 28 Mei.

Seorang pedang dompet dan tas menyampaikan bingung dengan situasi ini. Padahal, ia telah menyetor uang lapak kepada seseorang yang bernama Rudi Silalahi sebesar Rp 6 juta selama 28 hari. Sementara, pedagang kaki lima menyetor sebesar Rp 1 juta.

"Kami pun dapat dari sini sedikitnya. Cuma Rp 50 ribu per hari. Ini pun digusur,"ujarnya sembari menutup dagangannya.

"Iya ada kami setor untuk 28 hari. Kami gak tahu kalau gak ada izinnya,"pungkasnya.

(tmy/tribun-medan.com)

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help